TERAS7.COM – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Tapin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat koordinasi melalui kegiatan coffee morning yang digelar Polres Tapin di Aula Namora Polres Tapin, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Tapin H. Yamani, S.A.K., M.M., Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika, S.H., S.I.K., M.I.K., Dandim 1010/Tapin Letkol Inf. Dimas Yamma Putra, Ketua Pengadilan Negeri Rantau, Wakapolres Tapin Kompol Aunur Rozaq, para pejabat utama Polres Tapin, jajaran Kodim 1010/Tapin, serta perwakilan Kejaksaan Negeri Tapin.
Dalam sambutannya, Bupati Tapin H. Yamani menegaskan bahwa forum seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat komunikasi, menyamakan persepsi, sekaligus meningkatkan koordinasi lintas instansi dalam menjaga stabilitas daerah.
“Sinergi dan solidaritas merupakan modal utama dalam menciptakan daerah yang aman dan kondusif. Dengan komunikasi yang baik, kita dapat merespons setiap dinamika secara cepat, menyelesaikan berbagai persoalan secara bijaksana, serta memastikan pembangunan berjalan dengan aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mengajak seluruh unsur Forkopimda untuk terus menjaga kekompakan, saling mendukung sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, serta mengedepankan semangat kolaborasi dalam setiap pengambilan kebijakan.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya mempererat hubungan antarlembaga, tetapi juga menghasilkan langkah-langkah strategis yang berdampak nyata bagi kemajuan Kabupaten Tapin dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Tapin AKBP Weldi Rozika menyampaikan bahwa salah satu fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah kesiapan menghadapi Pilkades serentak yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026.
Menurutnya, sebanyak 39 desa akan melaksanakan pemilihan kepala desa definitif, ditambah dua desa yang menggelar pemilihan kepala desa melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Kapolres menjelaskan bahwa potensi kerawanan Pilkades umumnya lebih tinggi dibandingkan pemilihan kepala daerah karena para calon dan pendukung berasal dari lingkungan desa yang sama sehingga potensi gesekan sosial lebih besar.
“Karena itu diperlukan dukungan dan kerja sama seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, baik sebelum, saat pelaksanaan, maupun setelah Pilkades berlangsung,” tegasnya.
Senada dengan itu, Dandim 1010/Tapin Letkol Inf. Dimas Yamma Putra dan perwakilan Kejaksaan Negeri Tapin turut menekankan pentingnya memperkuat soliditas antarinstansi sebagai fondasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran agenda demokrasi di tingkat desa.
Coffee morning Forkopimda ini menjadi momentum mempererat sinergi lintas sektor sekaligus menyatukan komitmen bersama dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif demi suksesnya pelaksanaan Pilkades serta keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Tapin.