TERAS7.COM – Para Pelaku Ekonomi Kreatif di Kota Idaman mengikuti pelatihan ‘Peningkatan Kualitas Produk Sasirangan Bagi Pelaku Usaha Sasirangan se Kota Banjarbaru’ di Aula Dinas Koperasi, UKM, dan Naker Kota Banjarbaru, Selasa (24/9).
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Naker Kota Banjarbaru, M. Rustam menyampaikan, pelatihan kewirausahaan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, sehingga dapat meningkatkan produk sasirangan Kota Banjarbaru.
Menurut Rustam, produk kain sasirangan dalam waktu tertentu tidak bisa diproduksi secara massal. Sehingga, diperlukan waktu yang untuk memproduksinya dalam jumlah yang banyak. Selain itu, Rustam juga menyampaikan, pelaku ekonomi kreatif di Banjarbaru selama ini tidak hanya sebatas membuat kain sasirangan saja, namun juga berinovasi atau mengkombinasikannya dengan pelbagai produk khas Kota Banjarbaru, seperti menghadirkan tas purun.
Dari keterangannya, di Kota Banjarbaru ada sekitar 250 pelaku ekonomi kreatif yang memproduksi kain sasirangan. “Mereka dipersilakan untuk mengembangkan (sasirangan) dalam bentuk produk yang lain, misalnya tas, dompet, dan lain-lain,” kata Rustam.

Pada kesempatan yang sama, Wawali Banjarbaru, H. Darmawan Jaya menilai, pelatihan seperti ini merupakan hal yang sangat diperlukan. Di mana dalam hal ini, Pemko Banjarbaru aktif mengembangkan produk-produk ekonomi kreatif melalui konsep 3F (Food, Fun, Fashion).
Menurut Jaya, sasirangan ketika sudah diolah menjadi baju, maka termasuk kategori fashion. Dan jikalau bentuknya masih berupa kain, bisa juga termasuk kriya atau kerajinan. Dan, untuk menghasilkan sasirangan yang berkualitas, maka kualitas produk sasirangan konsisten selalu dikembangkan.
Ia mencontohkan, misalnya warnanya dapat bertahan lama, kemudian karena sasirangan khas Banjarbaru ada bordirnya, bordirnya juga bisa bertahan lama dan rapi. Sasirangan bordir, kata Jaya, bisa terus dijaga dan meningkat dari waktu ke waktu.
“Ini suatu kebutuhan, bagaimana kita menjaga eksistensi salah satu subsektor kita tetap unggul dan meluas produksinya. Pemakaiannya tidak hanya di Kalimantan Selatan, tapi juga ke nasional. Bahkan kami sudah juga mempromosikan ini sampai ke tingkat internasional,” pungkasnya.