TERAS7.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) melaksanakan vaksinasi massal tahap kedua bertempat di Mahligai Pancasila Banjarmasin. Gerakan ini merupakan salah satu bentuk kebersamaan dalam memutus penyebaran Covid-19.
Vaksinasi tahap kedua ini diperuntukkan kepada unsur masyarakat lanjut usia (lansia), anggota TNI dan Polri, guru, wartawan, perwakilan organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang berjumlah sekitar 500 orang.
Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan, vaksin ini mau tidak mau harus dilakukan masyarakat jika tidak ingin pandemi ini menjadi catatan sejarah buruk.
Hal ini dilatarbelakangi akibat banyak korban jiwa yang terpapar. Pandemi Covid-19 bisa dicegah dengan vaksinasi untuk memberikan kekebalan bagi tubuh melawan virus yang masuk, atau dengan melemahkan virus tersebut.
“Kenapa harus barataan (semua,red), karena salah satu cara dengan memberikan vaksin yang ditarget 70 persen komunitas memiliki kekebalan dan vaksinasi dilakukan serentak karena daya imun terbatas,” ujarnya.
Selanjutnya, launching vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum akan serentak dilakukan di seluruh kabupaten/kota se-Kalsel.
Safrizal menyebut telah mengeluarkan surat edaran kepada Bupati/Walikota terkait program vaksinasi tahap kedua ini.
“Setelah ini saya akan mengeluarkan surat edaran bupati/walikota untuk memulai seperti ini. Kelompok vaksin dalam skala besar, agar segera kita tuntaskan,” katanya.
Terkait berita hoaks yang menyebut vaksin membahayakan, Safrizal menilainya sebagai aksi terorisme, karena bisa mengancam keselamatan negara jika orang-orang terhasut dan tidak mau divaksin.
“Kalau vaksin gagal,negara dalam bahaya. Pak Kapolda bertugas memproses siapa orang yang terlibat,” ucapnya lagi.
Selanjutnya, bagi masyarakat yang sudah divaksin, diingatkan supaya tetap menjaga protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
Sementara itu, tokoh agama di Kalsel, KH Hafiz Anshari yang juga ikut divaksin menegaskan tidak ada masalah dengan vaksin yang disuntikkan itu.
Bahkan, ia menyerukan kepada masyarakat supaya melakukannya demi kebaikan bersama.
Melakukan vaksin itu ujarnya, merupakan ibadah, karena sebagai ikhtiar menghindari suatu penyakit yang terjadi di suatu wilayah.
“Jadi tidak usah ditakutkan, vaksin ini suci dan halal,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, M Muslim menambahkan, vaksinasi tahap kedua terutama pada termin satu sebanyak 174.574 penerima dosis dengan sasaran 52,4 persen lansia dan 47,6 persen petugas pelayanan publik.
“Jadi, Kalsel mendapatkan Vaksinasi tahap kedua Kalsel sebesar 69 ribu atau 39 ribu tahap pertama ini,” kata Muslim.
Menurutnya, vaksinasi bagi lansia dan pelayanan publik tahap pertama untuk 4 wilayah prioritas yaitu Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Banjarmasin dan Banjarbaru.
“Jadi Banjarmasin adalah target terbesar, karena penduduknya banyak dan angka kasusnya tertinggi dan peluncuran vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat umum juga akan serentak dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota se-Kalsel nantinya,” tegasnya.
Vaksinasi Tahap Dua, Pemprov Kalsel Prioritaskan Lansia dan Wartawan
Leave a review
Leave a review