TERAS7.COM – DPRD Kota Banjarbaru berkunjung ke RSD Idaman Kota Banjarbaru, beri masukan serta catatan.
Dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Syamsuri melakukan kunjungan dan pertemuan dengan pihak RSD Idaman Kota Banjarbaru. Selasa (15/6/2021).

“Kami mendapatkan LHK BPK bahwa adanya pengelolaan BLUD yang tidak tertib, maka dari itu kami datang untuk menayakan langsung kepada pihak RS,”
Tidak tertibnya tata kelola BLUD RSD Idaman Kota Banjarbaru ini diketahui Syamsuri karena adanya selisih paham antara pihak RS dengan BPK terkait payung hukum yang diambi.
“Salah satu pihak menyatakan dana yang dialokasikan untuk jasa pelayanan 30-50 persen dan satunya lagi 44 persen. Sehingga hal tersebut membuat tidak singkron antara RS dengan BPK, namun kata pihak RS ini sudah clear,” ucapnya.
Selain itu, Komisi II DPRD Banjarbaru juga memberikan catatan kepada RSD Idaman Banjarbaru terkait fasilitas yang tidak terawat, seperti sejumlah lampu mati, khususnya yang berada di halaman depan rumah sakit.
Hal tersebut menurut pihaknya memberikan kesan angker terhadap RSD Idaman Banjarbaru dan ia menyebut seperti “Rumah Sakit Hantu”.

“Oleh karena itu, kita meminta rumah sakit untuk segera melakukan perbaikan lampu-lampu yang mati tadi,” terangnya.
Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Endah Labati Silapurna tidak menampik bahwa mereka memang berbeda payung hukum, namun ia menyatakan pihaknya siap menyesuaikan dengan pihak BPK.

“Kita selalu melaporkan, tetapi yang beda hanya Permendagri saja, apalagi ada peraturan yang baru lagi, jadi akan disesuaikan lagi,” tandasnya.