TERAS7.COM – Alih-alih pandemi dapat diatasi, Covid-19 malah bermutasi dengan menghasilan varian atau virus baru. Varian baru yang kini mulai banyak ditemukan di Indonesia yakni Covid-19 varian Delta atau B.1.617.2.
Mulanya, varian Delta ini ditemukan di India pada Desember 2020 lalu. Menurut para ahli varian Delta ini dinilai memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya, bahkan berpapasan dengan penderita pun dapat tertular.
Hal inilah yang menjadikan varian Delta sudah terkonfirmasi di 74 negara, termasuk Indonesia. Lalu bagaimana dengan penyebaran virus varian Delta di Provinsi Kalimantan Selatan, terkhusus Kota Banjarbaru ?
Menjawab pertanyaan terkait Covid-19 jenis baru yaitu varian delta tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya masyarakat yang terapapar varian tersebut, baik dari Pemerintah Provinsi Kalsel maupun Kota Banjarbaru.

Kendati demikian, menurutnya tidak menutup kemungkinan varian delta dapat masuk ke Kalimantan Selatan, bahkan Kota Banjarbaru.
“Hal itu mungkin bisa saja terjadi, karena sampai hari ini, penerbangan baik datang maupun pergi secara silih berganti di Bandara terus berlangsung,” terangnya.
Dimana hal tersebut, menurutnya berpotensi adanya masyarakat yang membawa virus varian Delta saat datang dari luar daerah.
“Ya kita beroda saja,mudahan tidak sampai kesini, cukup diluar Kalsel,” ujarnya.
Meskipun begitu, ia meminta masyarakat tetap waspada dengan jenis virus apapun, termasuk varian delta. Karena menurutnya, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Covid-19 varian Delta bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Berbagai gejala COVID-19 akibat infeksi virus Corona varian Delta ini juga bisa bersifat ringan hingga berat. Seperti demam, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.
Bahkan, beberapa orang yang positif virus varian Delta, tercatat tidak memiliki gejala, tetapi sebagian besar lainnya mengalami keluhan yang bertambah parah dalam waktu 3-4 hari.
Di samping itu, varian Delta juga mungkin akan menimbulkan gejala umum Covid-19 lainnya, seperti batuk, sesak napas, kelelahan, anosmia, nyeri otot, serta gangguan pencernaan. Hingga saat ini, para ahli masih terus memantau dan meneliti gejala-gejala lainnya dari varian Delta tersebut.
Penulis : muhammad ariandi
TERAS7.COM – Alih-alih pandemi dapat diatasi, Covid-19 malah bermutasi dengan menghasilan varian atau virus baru. Varian baru yang kini mulai banyak ditemukan di Indonesia yakni Covid-19 varian Delta atau B.1.617.2.
Mulanya, varian Delta ini ditemukan di India pada Desember 2020 lalu. Menurut para ahli varian Delta ini dinilai memiliki tingkat penyebaran lebih tinggi dibandingkan varian sebelumnya, bahkan berpapasan dengan penderita pun dapat tertular.
Hal inilah yang menjadikan varian Delta sudah terkonfirmasi di 74 negara, termasuk Indonesia. Lalu bagaimana dengan penyebaran virus varian Delta di Provinsi Kalimantan Selatan, terkhusus Kota Banjarbaru ?
Menjawab pertanyaan terkait Covid-19 jenis baru yaitu varian delta tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya masyarakat yang terapapar varian tersebut, baik dari Pemerintah Provinsi Kalsel maupun Kota Banjarbaru.
Kendati demikian, menurutnya tidak menutup kemungkinan varian delta dapat masuk ke Kalimantan Selatan, bahkan Kota Banjarbaru.
“Hal itu mungkin bisa saja terjadi, karena sampai hari ini, penerbangan baik datang maupun pergi secara silih berganti di Bandara terus berlangsung,” terangnya.
Dimana hal tersebut, menurutnya berpotensi adanya masyarakat yang membawa virus varian Delta saat datang dari luar daerah.
“Ya kita beroda saja,mudahan tidak sampai kesini, cukup diluar Kalsel,” ujarnya.
Meskipun begitu, ia meminta masyarakat tetap waspada dengan jenis virus apapun, termasuk varian delta. Karena menurutnya, lebih baik mencegah daripada mengobati.
Covid-19 varian Delta bisa menimbulkan gejala yang berbeda-beda pada setiap orang. Berbagai gejala COVID-19 akibat infeksi virus Corona varian Delta ini juga bisa bersifat ringan hingga berat. Seperti demam, pilek, sakit kepala, dan sakit tenggorokan.
Bahkan, beberapa orang yang positif virus varian Delta, tercatat tidak memiliki gejala, tetapi sebagian besar lainnya mengalami keluhan yang bertambah parah dalam waktu 3-4 hari.
Di samping itu, varian Delta juga mungkin akan menimbulkan gejala umum Covid-19 lainnya, seperti batuk, sesak napas, kelelahan, anosmia, nyeri otot, serta gangguan pencernaan. Hingga saat ini, para ahli masih terus memantau dan meneliti gejala-gejala lainnya dari varian Delta tersebut.