TERAS7.COM – Pelaksanaan Ibadah Kurban di Hari Raya Idul Adha 1442 H yang akan berlangsung beberapa hari lagi nampaknya terpaksa dilaksanakan secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena harus menyesuaikan protokol kesehatan yang berlaku di masa pandemi Covid-19.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Banjarbaru Nurkhalis Anshari mengatakan, pada umumnya masyarakat menyembelih dan mengelola daging hewan kurban di halaman-halaman masjid, tanah lapang, serta di sekolah, lembaga pemerintah, maupun swasta.
Maka dari itu, ia meminta pelaksanaan ibadah kurban tahun ini dapat mematuhi protokol kesehatan, sehingga dapat berjalan lancar dan aman.
“Tentunya yang paling baik pemotongan dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH). Pengecualian untuk kegiatan keagamaan, maka pemotongan dimungkinan di luar RPH, namun tetap patuhi kaidah kesehatan masyarakat dan hewan,” ucap khalis.
Politisi muda PKS ini menuturkan, penerapan prokes saat proses penyembelihan dan pembagian hewan kurban sangat penting untuk mencegah munculnya klaster penularan Covid-19. Apalagi, saat ini kasus Covid-19 tengah melonjak.
“Dari hasil evaluasi pelaksanaan kurban tahun 2020 yang lalu, menurut data yang diperoleh tidak terjadi klaster kurban karena penerapan protokol kesehatan,” terangnya.
“Tapi, karena adanya peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi saat ini menyebabkan perayaan ibadah kurban jadi sangat berisiko. Karenanya, perlu pelaksanaan protokol kesehatan yang sangat ketat,” sambungnya.
Kemudian, panduan dari Kementerian Agama tentang pelaksanaan kurban selama pandemi ini, menurutnya juga perlu diperhatikan, mulai dari proses pemotongan dan distribusi, tak lupa juga harus memperhatikan protokol kesehatan seperti jaga jarak, kesehatan awal, dan lain sebagainya.
Selain mengimbau masyarakat Banjarbaru untuk menerapkan prokes yang ketat, Nurkhalis juga mengamati dalam beberapa tahun terakhir ini, jumlah pemotongan hewan kurban fluktuatif. Dimana untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban tahun ini, sebagian besar dipenuhi dari para peternak lokal. Sedangkan kekurangannya akan dipenuhi dari Kabupaten tetangga.