TERAS7.COM – Inovasi digital terus dilakukan oleh Perpustakaan Daerah Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan. Terbaru, lembaga ini resmi meluncurkan Online Public Access Catalog (OPAC), sebuah sistem katalog digital yang memungkinkan masyarakat mengakses informasi koleksi buku secara daring, kapan saja dan dari mana saja.
Langkah ini menandai komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Tapin dalam mendukung transformasi layanan publik, khususnya di sektor literasi dan perpustakaan, menuju arah yang lebih modern, inklusif, dan berbasis teknologi informasi.
Peluncuran OPAC menjadi kabar baik bagi masyarakat Tapin yang selama ini harus datang langsung ke perpustakaan hanya untuk mengecek ketersediaan buku. Kini, cukup membuka https://bit.ly/OPAC-TAPIN, informasi koleksi buku dapat diakses secara bebas tanpa perlu login atau membuat akun.

Lebih Efisien, Lebih Ramah Pengguna
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tapin, H. Zainal Abidin, S.Sos., menyampaikan bahwa peluncuran OPAC ini merupakan bentuk komitmen institusinya dalam menjawab tuntutan era digital serta memperluas jangkauan layanan perpustakaan kepada masyarakat luas.
“Ini merupakan langkah kami dalam mendukung transformasi layanan perpustakaan berbasis teknologi dan inklusi digital. Dengan OPAC, masyarakat bisa mengakses katalog buku secara mandiri dan cepat,” ujar Zainal dalam keterangannya, Senin (29/7/2025).
Zainal menjelaskan, OPAC tidak hanya menyajikan informasi dasar mengenai koleksi buku seperti judul, pengarang, dan subjek, tetapi juga status buku tersebut—apakah tersedia atau sedang dipinjam oleh pemustaka lain. Informasi ini dianggap penting dalam membantu masyarakat merencanakan kunjungan ke perpustakaan dengan lebih efektif dan efisien.
“Misalnya, mahasiswa yang sedang mencari referensi skripsi atau pelajar yang ingin mencari buku pelajaran bisa mengetahui terlebih dahulu apakah bukunya tersedia. Ini akan menghemat waktu dan membuat kunjungan ke perpustakaan lebih terarah,” tambahnya.
Meningkatkan Akses Informasi dan Literasi
Hadirnya OPAC ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang Perpustakaan Daerah Tapin dalam mendukung Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca serta Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang dicanangkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Digitalisasi katalog merupakan langkah awal dalam menjawab tantangan rendahnya akses informasi, terutama di wilayah pedesaan atau terpencil. Masyarakat kini memiliki akses terbuka ke informasi koleksi perpustakaan tanpa terhalang jarak dan waktu.
“Prinsip inklusi adalah bagaimana layanan kami bisa menjangkau semua kalangan, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota. OPAC memungkinkan itu. Literasi tidak lagi eksklusif hanya untuk mereka yang tinggal dekat dengan perpustakaan,” jelas Zainal.

Foto: Tangkapan Layar
Tersedia 24 Jam, Gratis, dan Terbuka
Layanan OPAC Perpustakaan Tapin dapat diakses kapan saja selama pengguna terhubung ke internet. Sistem ini dirancang ramah pengguna, tidak memerlukan login atau registrasi, dan dapat dibuka melalui ponsel maupun komputer.
Melalui OPAC, masyarakat dapat dengan mudah mencari buku berdasarkan berbagai filter pencarian, seperti kategori subjek, pengarang, atau kata kunci. Ini memberi keleluasaan dalam menjelajahi koleksi perpustakaan yang terus diperbarui secara berkala.
Saat ini, koleksi yang tercantum dalam OPAC mencakup berbagai jenis bahan pustaka, mulai dari buku bacaan umum, buku pelajaran, literatur ilmiah, hingga referensi lokal yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Tapin.
Komitmen Terus Berkembang
Zainal menegaskan bahwa kehadiran OPAC bukanlah akhir dari inovasi, melainkan pintu awal menuju layanan perpustakaan yang lebih canggih dan menyeluruh.
“Kami akan terus mengembangkan layanan. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan ada integrasi dengan layanan peminjaman daring, pemesanan buku, hingga sistem reservasi kunjungan,” tuturnya.
Pihaknya juga mendorong sekolah-sekolah dan masyarakat umum untuk mulai mengenalkan penggunaan OPAC sebagai sarana literasi digital. Dengan begitu, literasi informasi di Tapin bisa meningkat seiring kemajuan teknologi.
Masyarakat Diimbau Manfaatkan Fasilitas Ini
Sebagai bentuk ajakan, Zainal mengimbau masyarakat Kabupaten Tapin untuk memanfaatkan layanan ini semaksimal mungkin. Ia berharap kehadiran OPAC dapat mendorong minat baca dan memperkuat budaya literasi, tidak hanya di kalangan pelajar, tapi juga masyarakat umum.
“Perpustakaan kini bukan hanya tempat menyimpan buku, tapi menjadi pusat akses ilmu pengetahuan yang terus berkembang. Dengan OPAC, buku kami lebih dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.

INFO TAMBAHAN
🔗 Akses OPAC sekarang juga melalui tautan berikut:
👉 https://bit.ly/OPAC-TAPIN