TERAS7.COM – Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam pertemuan antara keluarga besar disabilitas Kalimantan Selatan dengan Gubernur Kalsel, H Muhidin dan Wakil Gubernur, H Hasnuryadi Sulaiman, di momen Idulfitri 1447 Hijriah.
Sekitar 40 perwakilan penyandang disabilitas tampak hadir dengan raut bahagia. Momen yang jarang terjadi ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus harapan baru, ketika mereka bisa bertemu langsung dengan pimpinan daerah dalam suasana Lebaran yang penuh kebersamaan.
Pertemuan tersebut difasilitasi Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari SE, setelah sebelumnya para penyandang disabilitas datang langsung ke kediamannya untuk menyampaikan keinginan mereka agar dapat bersilaturahmi dengan pemerintah provinsi.
Keinginan sederhana itu pun terwujud. Dalam balutan suasana kekeluargaan, para peserta saling berbincang, menyampaikan harapan, serta merasakan perhatian yang selama ini mereka dambakan.
Emi Lasari mengatakan, dirinya langsung merespons aspirasi tersebut karena melihat pentingnya membuka ruang komunikasi antara penyandang disabilitas dan pemerintah.
Menurutnya, Idulfitri menjadi momentum yang tepat untuk mempererat hubungan sekaligus menghadirkan dialog yang lebih dekat dan manusiawi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Kalsel H Muhidin turut menyerahkan tali asih kepada para penyandang disabilitas sebagai bentuk kepedulian di hari yang penuh berkah.
“Di hari yang suci ini, kita ingin berbagi kebahagiaan dan memastikan bahwa saudara-saudara penyandang disabilitas juga merasakan perhatian. Pemerintah akan terus menghadirkan program-program yang inklusif dan berpihak kepada semua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman menambah suasana semakin hangat dengan membagikan kaos Barito Putera kepada para peserta.
Senyum dan tawa pun tak terbendung, mencairkan suasana dalam kebersamaan yang sederhana namun bermakna.
“Ini adalah kebahagiaan kecil yang ingin kami bagikan. Semoga bisa menjadi penyemangat dan mempererat rasa kebersamaan di antara kita semua,” tutupnya.
Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi bukti bahwa suara penyandang disabilitas dapat didengar dan dihargai.