Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan

Opini
Opini 9 September 2026, 18.23
Share
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty
Opini: Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan - M. Irfan Fajrianur, S.E., S.H., CPM. (Foto: AI)
SHARE

Oleh: M. Irfan Fajrianur, S.E., S.H., CPM

TERAS7.COM – Menurut saya, salah satu tantangan terbesar perlindungan konsumen di Indonesia bukan semata-mata ketiadaan regulasi. Indonesia telah memiliki berbagai perangkat hukum dan kelembagaan yang berkaitan dengan perlindungan konsumen.

Persoalannya adalah bagaimana seluruh instrumen tersebut dapat bekerja secara lebih terintegrasi, responsif, dan adaptif.

LPKSM, BPSK, advokat, mediator, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat memiliki fungsi masing-masing. Namun, fungsi tersebut akan jauh lebih kuat apabila dibangun dalam semangat kolaborasi.

Perlindungan konsumen tidak boleh terjebak dalam ego kelembagaan.

Baca juga :

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Mengupas MBG: Manfaat Besar, Pengawasan Harus Lebih Besar

Di era digital, konsumen dapat melakukan transaksi dalam hitungan detik. Pelaku usaha dapat menjangkau konsumen lintas wilayah. Bukti transaksi semakin banyak berbentuk elektronik. Algoritma dan kecerdasan buatan juga mulai memengaruhi cara konsumen menerima informasi dan mengambil keputusan.

Situasi tersebut membuat konsep perlindungan konsumen harus diperluas.

Kita tidak cukup hanya berbicara mengenai hak konsumen setelah terjadi kerugian. Kita juga harus berbicara mengenai bagaimana membangun sistem yang mampu memberikan early warning, edukasi, literasi digital, transparansi informasi, pencegahan praktik usaha yang merugikan, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang cepat dan berkeadilan.

Karena itu, saya melihat sinergi antara berbagai unsur perlindungan konsumen menjadi kebutuhan strategis.

Kalimantan Timur dan Peluang Membangun Model Baru

Kalimantan Timur memiliki posisi yang semakin strategis dalam pembangunan nasional. Perkembangan IKN, pertumbuhan ekonomi, transformasi digital, dan meningkatnya aktivitas masyarakat akan membawa perubahan besar terhadap pola konsumsi.

Perubahan tersebut sekaligus menciptakan tantangan baru.

Karena itu, Kalimantan Timur seharusnya tidak hanya menjadi wilayah penerima kebijakan perlindungan konsumen, tetapi juga dapat menjadi laboratorium gagasan dan model perlindungan konsumen yang inovatif.

Diperlukan ruang dialog yang mempertemukan praktisi hukum, LPKSM, BPSK, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas digital, dan masyarakat.

Dari ruang dialog itulah dapat lahir gagasan mengenai perlindungan konsumen berbasis teknologi, data, kolaborasi, dan pencegahan.

Perlindungan Konsumen
Pertemuan Advokat H. Syarkawi dan M. Irfan Fajrianur menjadi ruang bertukar gagasan tentang penguatan ekosistem perlindungan konsumen di Kalimantan Timur. (Foto: ist)

Dari Silaturahmi Menuju Sinergi

Silaturahmi 7 September 2026 tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, dalam perspektif pembangunan ekosistem perlindungan konsumen, komunikasi antarpelaku yang memiliki pengalaman dan kompetensi berbeda merupakan sesuatu yang penting.

Bagi saya, pemberian buku Peta Gagasan dan Kisi-Kisi Strategis Perlindungan Konsumen Era Digital bukan sekadar pemberian sebuah buku.

Ia adalah bentuk pertukaran gagasan dan ikhtiar membangun ruang diskusi mengenai ke mana perlindungan konsumen harus diarahkan.

Sebab, tantangan perlindungan konsumen ke depan semakin kompleks.

Kita membutuhkan orang-orang yang tidak hanya memahami hukum, tetapi juga memahami mediasi, teknologi, ekonomi digital, tata kelola kelembagaan, dan kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, perlindungan konsumen bukanlah perjuangan satu lembaga.

Ia merupakan tanggung jawab bersama.

Dan sinergi harus dimulai dari satu hal sederhana: membangun komunikasi, bertukar gagasan, kemudian mengubah gagasan menjadi kerja nyata.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

Compress 20260809 155651 1875 1024x576 1
Bukan Sekadar Temu Sapa, Supian HK Sebut Silaturahmi Menag RI Momentum Jaga Kerukunan di Kalsel
10 Agustus 2026, 10.29
IMG 20260814 152305
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Hadir sebagai Ikon Religi Baru Kalimantan Selatan
14 Agustus 2026, 15.26
IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43
23af2781 1846 4430 a6f8 38bcdfcd3516
Mafia Tanah Dituntut Ringan Oleh Kejaksaan HSS?
19 Agustus 2026, 11.28
ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30

You Might Also Like

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Mengupas MBG: Manfaat Besar, Pengawasan Harus Lebih Besar

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Analisis Defensif Politik: Membedah Pola Pikir Tendensius di Balik Pencarian Aktor Intelektual

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?