Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Mengupas MBG: Manfaat Besar, Pengawasan Harus Lebih Besar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Mengupas MBG: Manfaat Besar, Pengawasan Harus Lebih Besar

Opini
Opini 22 Juni 2026, 11.19
Share
IMG 20260622 WA0006
Pengamat Kebijakan Publik M. Irfan Fajrianur menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. (Foto: istimewa)
SHARE

Oleh: M. Irfan Fajrianur, S.E., S.H., C.P.M.
Pengamat Kebijakan Publik dan Aktivis Perlindungan Konsumen

TERAS7.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis negara yang lahir dari sebuah niat besar, yakni memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang lebih baik sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan dari hulu hingga hilir.

Di tengah derasnya perdebatan, saya mengajak masyarakat melihat program ini secara utuh. Jangan hanya terpaku pada angka anggarannya, tetapi pahami pula ke mana manfaatnya mengalir.

Ketika negara mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun setiap hari, dana tersebut bukan semata menjadi biaya penyediaan makanan. Dana itu menjadi penggerak ekonomi nasional. Petani memperoleh pasar yang lebih pasti bagi hasil panennya. Peternak menikmati peningkatan permintaan telur, ayam, dan susu. Nelayan memperoleh kepastian pasar bagi hasil tangkapannya. UMKM mendapatkan peluang menjadi mitra penyedia bahan pangan. Jasa transportasi, tenaga masak, ahli gizi, pekerja distribusi, hingga ribuan tenaga pendukung memperoleh kesempatan kerja dan penghasilan.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian tersebut bermuara kepada jutaan anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang menjadi penerima manfaat. Inilah hakikat MBG: bukan sekadar membagikan makanan, melainkan membangun ekosistem ekonomi sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga :

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Analisis Defensif Politik: Membedah Pola Pikir Tendensius di Balik Pencarian Aktor Intelektual

Sebagai aktivis perlindungan konsumen, saya memandang bahwa penerima manfaat MBG adalah konsumen layanan publik. Mereka berhak memperoleh makanan yang aman, bergizi, higienis, tepat waktu, dan sesuai standar. Hak inilah yang wajib dijaga oleh seluruh penyelenggara program.

Di sisi lain, tidak dapat dimungkiri bahwa dalam setiap program berskala besar selalu ada potensi penyimpangan oleh oknum yang menyalahgunakan amanah. Apabila itu terjadi, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan tanpa pandang bulu. Namun, kita juga harus berhati-hati agar tindakan segelintir oknum tidak dijadikan alasan untuk menghapus manfaat sebuah kebijakan yang dirancang bagi kepentingan jutaan rakyat.

Lebih berbahaya lagi apabila ada pihak-pihak yang memanfaatkan setiap persoalan untuk membangun narasi yang menyesatkan, menggiring opini publik seolah-olah seluruh program tidak memiliki nilai dan manfaat. Dalam situasi seperti ini, masyarakat perlu bersikap kritis, memeriksa fakta, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

Demokrasi membutuhkan kritik, tetapi kritik yang sehat bertujuan memperbaiki, bukan meruntuhkan kepercayaan publik terhadap setiap ikhtiar yang bermanfaat. Pengawasan publik harus semakin kuat, media harus tetap independen, aparat penegak hukum harus bertindak tegas, dan pemerintah harus terbuka terhadap evaluasi. Itulah fondasi tata kelola yang baik.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya kritik, melainkan oleh kemampuan kita membedakan antara niat baik sebuah kebijakan dan penyimpangan dalam pelaksanaannya. Yang harus diberantas adalah setiap bentuk penyalahgunaan amanah. Yang harus dijaga adalah kebijakan yang memberi manfaat bagi rakyat.

Mari mengawal MBG dengan objektivitas, bukan prasangka; dengan data, bukan provokasi; dan dengan keberanian menegakkan kebenaran tanpa mengorbankan harapan jutaan rakyat yang menjadi tujuan utama program ini.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

20260721 095341
Bibit Pemain Sepak Bola Siap Berlaga Diajang GSI Asahan 2026
20 Juli 2026, 17.54
IMG 20260714 011514
Kejagung Hentikan Pengumpulan Data Terkait Permasalahan MBG di Seluruh Indonesia
14 Juli 2026, 06.59
b64aef3c 0611 4575 a009 f17384d9d012
Pemalsuan Dokumen Tanah, Kuasa Hukum PT AGM: “Terdakwa Sudah Beberapa Kali Melakukan Hal Serupa”
21 Juli 2026, 20.20
IMG 20260720 222408
Dugaan Korupsi Seret Dinkes Kabupaten Banjar, Kejari Geledah Kantor dan Sita 48 Dokumen
20 Juli 2026, 22.34
WhatsApp Image 2026 07 09 at 10.26.20 1024x683 1
Tegas! Bupati Tanah Bumbu Larang Pegawai Pamer Gaya Hidup Mewah dan Live Streaming di Medsos
9 Juli 2026, 18.09

You Might Also Like

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Analisis Defensif Politik: Membedah Pola Pikir Tendensius di Balik Pencarian Aktor Intelektual

Ketika Perundungan Anak Berujung Saling Lapor, Di Mana Kepentingan Terbaik Anak?

Paradoks Hak Angket: Mengapa Harus Alergi Jika Kebijakan Sudah Sesuai Prosedur?

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?