TERAS7.COM – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby geram setelah mendapat laporan terkait pelayanan Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Sungai Ulin yang diduga kosong saat seorang pasien dalam kondisi kritis datang mencari pertolongan.
Usai mendapat laporan tersebut, Lisa langsung meminta penjelasan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru dan Kepala Puskesmas Sungai Ulin.
Wali Kota Lisa juga datang langsung menjenguk pasien tersebut yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura.
“Siang tadi baru mendengar laporan. Saat itu saya langsung menelpon Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru untuk minta keterangan, lalu menelpon lagi Kepala Puskesmas. Saya tanya: ‘Kenapa saat ada pasien datang mau berobat, tiba-tiba tidak ada orang?’” ungkap Lisa.
Kepala Puskesmas Sungai Ulin kemudian memberikan klarifikasi bahwa petugas sebenarnya berada di lokasi dan sempat mendatangi pasien yang berada di dalam mobil.
Meski demikian, Lisa tetap memerintahkan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kronologi dan pelayanan yang diberikan saat kejadian tersebut.
“InsyaAllah besok, Kepala Dinas Kesehatan bersama tim Kabid Pelayanan akan langsung turun ke Puskesmas Sungai Ulin untuk mengevaluasi kejadian ini,” tegasnya.
Lisa bahkan menegaskan bakal memberikan tindakan tegas apabila hasil evaluasi menemukan adanya kelalaian dalam pelayanan.
“Yang jelas, saya akan menindak tegas kepada Kepala Puskesmasnya. Kenapa anak buahnya tidak ada di tempat?” ujarnya.
Menurut Lisa, pelayanan kesehatan tidak boleh membedakan pasien berdasarkan asal daerah maupun identitas kependudukan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul informasi bahwa pasien yang datang dalam kondisi kritis tersebut memiliki KTP Kabupaten Banjar, bukan warga Kota Banjarbaru.
“Kalau ada orang sakit, saya tidak memandang lagi siapa itu, warga siapa. Saya melihat orang sakit, pokoknya dibantu saja,” tegasnya.
Bagi Lisa, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, terlebih ketika masyarakat datang dalam kondisi membutuhkan pertolongan segera.
“Tidak peduli warga mana, yang penting nyawa harus diselamatkan,” tukasnya.