TERAS7.COM – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong optimalisasi aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan yang berada di Jakarta sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Upaya tersebut menjadi fokus dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pengelolaan retribusi daerah yang dilaksanakan Komisi II DPRD Kalsel bersama Wakil Ketua DPRD Kalsel H Kartoyo serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Selatan di Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan, Jakarta, Kamis (06/08/2026).
Dari hasil monitoring, DPRD Kalsel menilai Badan Penghubung masih memiliki peluang besar untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan daerah apabila aset dan fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
Wakil Ketua DPRD Kalsel H Kartoyo mengatakan hasil pendalaman menunjukkan potensi peningkatan pendapatan masih terbuka lebar melalui optimalisasi pemanfaatan fasilitas Badan Penghubung.
“Hari ini kita melaksanakan pendalaman pendapatan di Badan Penghubung Kalsel. Alhamdulillah sudah terlihat bahwa pendapatan di Badan Penghubung masih dapat ditingkatkan,” ujarnya.
Menurut Kartoyo, pemanfaatan aula untuk rapat maupun kegiatan pemerintahan dapat mendorong peningkatan tingkat hunian kamar atau mess yang tersedia sehingga berdampak langsung terhadap penerimaan retribusi daerah.
“Apabila aula dimanfaatkan untuk kegiatan, maka panitia maupun peserta juga dapat menginap di mess Badan Penghubung yang kondisinya cukup baik. Insya Allah hal itu akan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan daerah,” tambahnya.
Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, DPRD Kalsel berharap pengelolaan Badan Penghubung terus ditingkatkan agar aset daerah di Jakarta dapat dimanfaatkan secara maksimal sekaligus menjadi salah satu sumber strategis dalam mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).