TERAS7.COM – Pembentukan karakter anak tidak cukup dilakukan melalui nasihat dan pembelajaran di sekolah. Keteladanan dari orang dewasa yang berada di sekitar anak juga menjadi bagian penting dalam membentuk sikap dan kebiasaan mereka sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Bunda PAUD Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di TK RA Darul Azhar, Kecamatan Simpang Empat, Kamis (03/09/2026).
Mengusung tema “Mari Kita Tanamkan Keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan sebagai Bekal Menjadi Insan yang Berakhlak Mulia dan Dicintai Allah SWT”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan pendidikan karakter anak melalui lingkungan keluarga maupun sekolah.
Andi Irmayani mengatakan, anak-anak tidak hanya belajar dari apa yang disampaikan orang tua dan guru, tetapi juga dari perilaku yang mereka lihat dan rasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang kita sampaikan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan rasakan setiap hari. Karena itu, mari kita menjadi teladan yang baik agar anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia, memiliki karakter kuat, serta mencintai Rasulullah SAW,” tuturnya.
Menurutnya, keluarga dan sekolah memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan dan karakter anak. Karena itu, nilai-nilai kebaikan perlu ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari, bukan hanya disampaikan sebagai materi atau nasihat.
Sikap jujur, santun, menyayangi sesama, menghormati orang tua dan guru, serta peduli terhadap lingkungan sekitar dapat dikenalkan kepada anak melalui contoh sederhana yang mereka temui setiap hari.
Andi Irmayani menilai, konsistensi antara pendidikan di rumah dan sekolah juga diperlukan agar pembentukan karakter anak berjalan secara berkelanjutan. Ketika anak mendapatkan contoh yang baik dari lingkungan terdekat, nilai tersebut akan lebih mudah menjadi kebiasaan.
Sementara itu, tausiah dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H disampaikan Sayyed Muhammad Anis Adenan Al Aydrus. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Keteladanan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, amanah, kesantunan, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama, dinilai relevan untuk dikenalkan kepada anak sejak usia dini melalui pembiasaan dan contoh nyata.
Andi Irmayani berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi orang tua dan pendidik untuk terus memberikan teladan yang baik bagi anak-anak.
Dengan sinergi keluarga dan sekolah, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter kuat dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.