TERAS7.COM – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru mengalami peningkatan seiring kondisi kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Banjarbaru.
Peningkatan kasus mulai terlihat sejak minggu ke-29 atau awal Agustus 2026 dan mencapai puncaknya pada minggu ke-32 dengan total 76 kasus.
Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr Danny Indrawardhana, MMRS mengatakan, jumlah kasus tersebut merupakan pasien dengan diagnosis ISPA yang tercatat di RSD Idaman.
“Jadi ada kenaikan kasus sejak minggu ke-29 atau di awal Agustus 2026, dan mencapai puncaknya di minggu ke-32, atau hingga Sabtu kemarin dengan jumlah kasus mencapai 76 kasus,” ujar dr Danny.
Namun, memasuki minggu ke-33, jumlah kasus ISPA mulai menunjukkan penurunan. Hingga saat ini tercatat sebanyak 46 kasus.
“Sekarang memasuki minggu ke-33, kasusnya mulai menurun menjadi 46 kasus,” katanya.
Dari sisi jenis kelamin, kasus ISPA di RSD Idaman relatif berimbang. Pasien laki-laki tercatat sebanyak 50,2 persen, sedangkan perempuan 49,8 persen.
Sementara berdasarkan kelompok umur, kasus paling banyak ditemukan pada anak-anak. Kelompok usia 1-4 tahun menjadi yang tertinggi dengan persentase 27,3 persen.
Selanjutnya, kelompok usia 5-9 tahun mencapai 21,2 persen, disusul kelompok usia produktif 20-44 tahun sebesar 19,9 persen.
Data tersebut menunjukkan anak-anak menjadi kelompok yang cukup banyak tercatat dalam kasus ISPA di RSD Idaman selama periode peningkatan kasus.
Meski kasus mulai menurun pada minggu ke-33, kondisi udara akibat karhutla tetap perlu menjadi perhatian, khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan paparan asap lebih pekat.