Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Penanganan Dampak Karhutla Jadi Fokus Emi Lasari dalam Resesnya di Landasan Ulin

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 27 Agustus 2026, 15.51
Share
IMG 20260826 170634
Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, SE saat membagikan serta memasangkan langsung masker ke balita. (Foto: Ariandi)
SHARE

TERAS7.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Banjarbaru membuat pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, SE di wilayah Kecamatan Landasan Ulin kali ini dikemas berbeda.

Hal itu terlihat dalam reses yang digelar di Balai Pertemuan Tani, Jalan Kasturi 2 RT 040 RW 006, Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Rabu (26/08/2026) sore.

Dalam reses tersebut, Emi tak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis bagi warga.

Emi mengatakan, kondisi karhutla menjadi perhatian bersama karena paparan kabut asap di kawasan Banjarbaru dan sekitarnya mulai berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

“Paparan kabut asap akibat karhutla di kawasan Banjarbaru dan sekitarnya ini memang memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA,” ujar Emi.

Baca juga :

Bahaya Asap Karhutla! Emi Minta Pemerintah Peka Terhadap Risiko Kesehatan Relawan dan Warga

Relawan Ujung Tombak Padamkan Karhutla Banjarbaru, Emi Desak Dapur Umum hingga Operasional Dipenuhi

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

Menurutnya, gangguan kesehatan akibat paparan asap dapat berupa iritasi mata, pusing, hingga gangguan pada saluran pernapasan. Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai pada kelompok rentan seperti balita dan lansia, terlebih mereka yang masih sering beraktivitas di luar ruangan.

“Kondisi karhutla ini tentunya menjadi perhatian kita semua sehingga kemudian kita harus memaksimalkan semua sumber daya kita untuk bersama-sama menghadapi situasi ini,” katanya.

Karena itu, Emi menilai kondisi tersebut perlu direspons melalui berbagai upaya, termasuk memanfaatkan kegiatan reses untuk memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat.

Menurutnya, anggota dewan tidak hanya dituntut menyerap aspirasi, tetapi juga hadir dan memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Oleh karenanya memang melalui kegiatan reses ini, kita ingin memastikan bahwa anggota dewan itu tidak hanya menyerap aspirasi saja, tapi kemudian hadir dan memberikan solusi,” ujarnya.

IMG 20260826 171518
Salah seorang peserta reses Emi Lasari tengah melakukan pemeriksaan kesehatan. (Foto: Ariandi)

Salah satu upaya tersebut diwujudkan dengan menghadirkan pelayanan kesehatan gratis melalui kolaborasi bersama puskesmas setempat.

Dalam kegiatan tersebut, warga mendapatkan pemeriksaan gula darah, tekanan darah hingga saluran pernapasan. Warga yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan juga mendapatkan obat.

Selain itu, warga menerima masker serta vitamin yang diperuntukkan bagi anak-anak dan lansia.

“Ini merupakan satu sinergi kita untuk bersama-sama dengan tim kesehatan untuk menanggulangi lewat mendeteksi dulu kondisi kesehatan masyarakat, kemudian membantu pengobatan,” kata Emi.

Emi mengatakan, dampak karhutla saat ini tidak hanya dirasakan relawan atau pihak yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran, tetapi juga masyarakat yang tinggal di wilayah dengan tingkat kebakaran lahan cukup tinggi.

“Tidak hanya relawan saja, tapi ini juga kondisinya sudah terpapar ke masyarakat yang memang di daerah-daerah yang tingkat kebakaran lahannya itu cukup tinggi, yaitu di daerah Kecamatan Landasan Ulin tempat kita memang mengadakan reses selama enam hari ini,” ujarnya.

Persoalan karhutla yang mulai berdampak terhadap masyarakat inilah yang menjadi alasan Emi menghadirkan layanan kesehatan dalam pelaksanaan reses kali ini.

“Ini menjadi fokus kita dan ini kegiatan yang berbeda dari reses-reses sebelumnya, karena memang ini menjadi kebutuhan mendesak di lapangan dalam situasi kondisi karhutla saat ini,” katanya.

Sekitar 30 Persen Peserta Alami Gangguan Pernapasan

Kepala Puskesmas Guntung Payung, dr Indri, mengatakan sekitar 30 persen peserta reses yang mengikuti pemeriksaan mengalami gangguan pernapasan.

“Gejalanya batuk pilek, yang parah ketika pagi,” kata Indri.

Ia menambahkan, berdasarkan data kesehatan di Kelurahan Guntung Payung dan Kelurahan Syamsudin Noor, tercatat 455 kasus ISPA selama Agustus 2026. Frekuensi kasus tersebut juga disebut mengalami peningkatan.

Sementara berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, tercatat 977 kasus ISPA se-Kota Banjarbaru pada minggu ke-33 tahun 2026.

Indri mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak ada keperluan penting. Masyarakat juga dianjurkan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi sayur dan makanan yang mengandung vitamin C.

Warga Sampaikan Aspirasi Penanganan Karhutla

Di sisi lain, reses tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi karhutla di lingkungan mereka.

Ketua RT setempat, Hendri Wibowo, mengatakan wilayahnya termasuk kawasan yang cukup terdampak karhutla. Masyarakat setempat bahkan baru sekitar satu bulan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Wilayah kita ini kan masuk ring 1, paling yang terdampak oleh karhutla. Nah, baru sebulan ini kita membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA), kebetulan semua anggotanya banyak orang kita, karena kita yang memang sering terdampak di sini,” ujarnya.

Menurut Hendri, MPA membutuhkan dukungan sarana operasional, khususnya armada tangki air agar penanganan karhutla di wilayah tersebut dapat dilakukan lebih maksimal.

“Karena kita di sini beda dengan Banjarmasin, Banjarmasin banyak sungai, tinggal bawa pompa portable langsung bisa. Sedangkan kita perlu semacam armada tangki,” katanya.

Selain kebutuhan penanganan karhutla, Hendri juga menyampaikan aspirasi terkait pengerasan jalan di kompleks tempat tinggal warga. Ia mengatakan kondisi jalan cukup rusak ketika musim hujan karena belum pernah mendapatkan pengerasan.

Di samping itu, warga setempat juga berharap adanya bantuan tenda untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lingkungan tersebut.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Bahaya Asap Karhutla! Emi Minta Pemerintah Peka Terhadap Risiko Kesehatan Relawan dan Warga

Relawan Ujung Tombak Padamkan Karhutla Banjarbaru, Emi Desak Dapur Umum hingga Operasional Dipenuhi

Hadapi Karhutla, PAN Banjarbaru Instruksikan Kader Bantu Warga: Jangan Biarkan Mereka Berjuang Sendirian

PANminton Jadi Panggung Kebersamaan PAN Banjarbaru di Momen HUT ke-28 Partai dan HUT ke-81 RI

Lomba Rakyat Jadi Cara Demokrat Banjarbaru Meriahkan HUT ke-81 RI dan HUT ke-25 Partai

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?