Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Analisis Defensif Politik: Membedah Pola Pikir Tendensius di Balik Pencarian Aktor Intelektual
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Analisis Defensif Politik: Membedah Pola Pikir Tendensius di Balik Pencarian Aktor Intelektual

Opini
Opini 25 Mei 2026, 15.42
Share
IMG 20260525 WA0013
Analisis politik terkait dugaan pola pikir defensif dalam merespons kritik publik terhadap tata kelola pemerintahan di Kalimantan Timur. (Foto: ist)
SHARE

Penulis: Irfan – Kaltim

TERAS7.COM – Ketika sebuah pemerintahan diguncang oleh kritik publik dan gerakan massa, ada dua jalur yang bisa diambil: introspeksi kebijakan (responsif) atau pencarian musuh politik (defensif). Papan analisis yang beredar ini menunjukkan pilihan pada jalur kedua, yakni sebuah upaya mendiskreditkan gerakan murni masyarakat dengan mengonstruksikannya sebagai skenario geopolitik buatan elite.

  1. Kegagalan Bercermin: Pengabaian Isu Substantif (Pro-Rakyat)

Hal pertama yang paling mencolok dari papan tersebut adalah bagaimana pembuat dokumen meletakkan potongan berita kritik di posisi atas, namun mengabaikan substansinya sama sekali.

Substansi yang Sengaja Dibuang:
Di sana terpampang potongan berita mengenai “Anggaran Cuci Baju Gubernur Kaltim Mencapai Rp450 Juta” dan isu anggaran fantastis lainnya. Ini merupakan isu tata kelola keuangan daerah (public budgeting) yang sangat sensitif bagi rakyat.

Alih Fokus (Red Herring):
Alih-alih menjawab apakah anggaran tersebut efisien, pro-rakyat, atau akuntabel, pola pikir tendensius ini justru langsung melompat pada kesimpulan bahwa berita tersebut naik karena adanya “Dukungan 40 Media Nasional (Serentak Upload)”. Ini adalah bentuk penyangkalan (denial) standar, di mana substansi kritik rakyat dianggap sebagai produk pesanan, bukan fakta yang perlu dievaluasi.

Baca juga :

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Mengupas MBG: Manfaat Besar, Pengawasan Harus Lebih Besar

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

  1. Paradoks Teori Konspirasi: Menuduh Intervensi Pusat dan “M. Qodari”

Papan tersebut mencoba menghubungkan titik-titik (connecting the dots) secara paksa untuk membangun kesan adanya konspirasi besar dari Jakarta.

Stigmatisasi Gerakan:
Dengan menuliskan “Pusat/Jakarta Bakom RI / M. Qodari”, lingkaran ini mencoba menanamkan doktrin ke internal mereka bahwa gelombang protes di Kaltim bukan murni aspirasi putra daerah, melainkan agenda titipan aktor nasional untuk menggoyang posisi gubernur.

Mengerdilkan Kecerdasan Lokal:
Pola pikir ini sangat tendensius karena secara tidak langsung menghina kecerdasan rakyat Kaltim. Seolah-olah rakyat Benua Etam tidak bisa melihat ketimpangan anggaran atau monopoli proyek secara mandiri, dan harus “digerakkan” terlebih dahulu oleh Jakarta agar bisa melakukan protes.

  1. Delusi “Matahari Kembar” di Jalur Parlemen dan Jalanan

Papan ini memetakan gerakan perlawanan menjadi dua sayap eksekusi yang dituduh bergerak dalam satu komando.

Jalur Parlemen (DPRD Fraksi Gerindra):
Ditandai dengan catatan “ngotot hak angket”. Upaya konstitusional DPRD yang sedang menjalankan fungsi pengawasan (control function) justru dicap secara negatif sebagai bagian dari konspirasi, bukan sebagai respons logis atas kegelisahan distribusi kue pembangunan.

Jalur Jalanan (Massa):
Ditandai dengan “Demo Berjilid-jilid (214 & 215)”. Di sini, partisipasi publik dalam menyuarakan haknya dieliminasi maknanya menjadi sekadar “bidak catur” yang digerakkan oleh dalang di balik layar. Foto-foto tokoh yang disensor dengan tanda tanya menunjukkan kepanikan untuk segera menemukan “wajah” yang bisa disalahkan secara hukum atau politik.

  1. Kesimpulan Besar “Siapa di Balik Ini”: Ciri Khas Rezim Anti-Kritik

Tulisan besar “Siapa di Balik Ini” di bagian bawah papan merupakan puncak dari seluruh analisis tendensius tersebut.

Mindset Ego-Sentris:
Pertanyaan ini mengonfirmasi bahwa bagi pembuat papan tersebut, tidak ada yang salah dengan kepemimpinan yang sentralistik, tidak ada yang salah dengan monopoli proyek, dan tidak ada yang salah dengan anggaran cuci baju ratusan juta. Yang salah, di mata mereka, adalah “mengapa ada orang yang berani membongkar hal ini ke publik?”

Kawat Pengaman Narasi:
Papan ini kemungkinan besar diproduksi oleh “tim ahli lapis kedua” atau struktur pelapis yang berfungsi sebagai kawat pengaman gubernur. Fungsinya ialah menyuplai narasi hiburan bagi gubernur agar merasa dirinya adalah korban politik (playing victim), bukan pemimpin yang sedang dikritik karena kebijakannya dianggap tidak pro-rakyat.

Catatan Analitis

Papan tersebut merupakan bukti otentik dari paranoia politik. Ketika sebuah tim beralih fungsi dari pemikir kebijakan (think tank) menjadi detektif konspirasi, pemerintahan tersebut sesungguhnya sedang berjalan di tempat. Mereka sibuk mencari dalang ke Jakarta, padahal jawabannya ada di daerah: yakni kegelisahan mitra koalisi yang tidak mendapat keadilan proporsional, serta rakyat Kaltim yang semakin cerdas melihat tata kelola anggaran yang tidak sehat.

Gerakan hukum ke Kajati menjadi jawaban telak yang akan membuktikan bahwa ini bukan sekadar permainan “Siapa di Balik Ini”, melainkan “Apa yang Salah di Dalam Sana”.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love1
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

83f51e18 4109 435a b616 14b65b7d5d3c
Rugikan PT AGM, Terdakwa Akui Surat Tanah Dicetak Mundur Tahun 2017 dalam Sidang di PN Kandangan
28 Juli 2026, 13.22
download 5
Tak Patuhi Ketentuan, Sejumlah Warung Kopi di Kertak Hanyar dan Mali-Mali Diberi SP1
4 Agustus 2026, 09.15
IMG 20260806 191642
Supian HK Pastikan DPRD Cari Solusi Atasi Gejolak Perunggasan di Banua
6 Agustus 2026, 19.19
DJI 20260806093249 0177 Dbjbtv
Bye-Bye Macet! Wali Kota Lisa Percepat Pembangunan Jalan Lingkar Selatan Banjarbaru
7 Agustus 2026, 22.15
IMG 20260808 120458
Rumah Janda Dua Anak di Banjarbaru Ini Terancam Digusur, Baskoro Kawal Penyelesaian Sengketa
8 Agustus 2026, 18.17

You Might Also Like

Sinergi Kebangsaan Perlindungan Konsumen: Kuatkan Peran LPKSM dan 29 Kementerian/Lembaga Lewat Inovasi Digital

Mengupas MBG: Manfaat Besar, Pengawasan Harus Lebih Besar

Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional

Ketika Perundungan Anak Berujung Saling Lapor, Di Mana Kepentingan Terbaik Anak?

Paradoks Hak Angket: Mengapa Harus Alergi Jika Kebijakan Sudah Sesuai Prosedur?

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?