TERAS7.COM – Pemerintah Kabupaten Tapin mulai mematangkan arah pembangunan 2027. Isu bencana hingga infrastruktur jadi fokus utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan di Aula Tamasa Sekretariat Daerah Kabupaten Tapin pada 30/3/26.
Bupati Tapin, H. Yamani, menegaskan forum ini bukan sekadar agenda rutin, tapi wadah menyerap langsung kebutuhan masyarakat.
“Kita akan banyak menerima masukan, mudah-mudahan ini bisa menjawab keluhan masyarakat,” ujarnya.
Sorotan utama datang dari rencana peningkatan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk menghadapi potensi bencana, terutama ancaman kemarau panjang.
“Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk. BTT perlu ditingkatkan, bahkan bisa mencapai 300 persen,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh program pembangunan harus tetap sejalan dengan 13 program prioritas daerah yang telah disepakati bersama DPRD.
Di sisi lain, Kepala Bappelitbang Tapin, Meidy Haris Prayoga, menyebut fokus pembangunan ke depan mengarah pada pengendalian banjir dan konektivitas jalan.
“Pak Bupati meminta fokus pada pencegahan banjir dan pembangunan ruas jalan,” jelasnya.
Sejumlah titik rawan banjir, khususnya di wilayah Bakarangan hingga Binuang, sudah diusulkan penanganannya. Mulai dari normalisasi sungai, pengurangan sedimentasi, hingga penanganan longsor di DAS Tapin.
Sementara itu, pembangunan jalan akan difokuskan pada koridor strategis, termasuk yang mendukung Geopark Meratus dan ketahanan pangan.
“Ada tiga koridor jalan tematik yang kami usulkan,” tambahnya.
Saat ini, dokumen perencanaan tengah dilengkapi sebagai syarat pengajuan ke pemerintah pusat. Dalam waktu dekat, Bupati dan Wakil Bupati juga dijadwalkan berdialog dengan Gubernur dalam forum Musrenbang untuk menyampaikan data terkait jalan dan mitigasi banjir di kawasan Banua Enam.