TERAS7.COM – Bata merah tetap menjadi usaha yang menguntungkan bagi Warga Desa Pejambuan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar.
Walaupun banyak produk saingan seperti batako dan bata ringan di pasaran, tapi permintaan terhadap batu bata merah masih cukup tinggi.
Hal ini diungkapkan oleh Raudah, salah satu pemilik produksi bata merah di Desa Pejambuan saat ditemui awak media pada Sabtu (13/7).

“Alhamdulillah, harganya manis dalam artian bisa mahal. Pada bulan puasa kemarin harganya sempat anjlok dan keuntungan yang didapat sedikit. Sekarang keuntungan bisa 30-40% dari modal,” ujarnya.
Penjualan bata merah ini kata perempuan yang bekerja sebagai guru di salah satu Madrasah Tsanawiyah di Martapura Barat cukup lancar dan laku dipasaran walaupun banyak saingan karena permintaan masih cukup besar.
“Produksi kami sering habis, tak pernah tertunda dijual. Kalau sudah dibakar dan masak biasanya banyak yang ambil. Tiap bulan kami memproduksi rata-rata 20 ribu batu bata merah,” ungkapnya.

Bata merah yang ia produksi sejak tahun 2000 ini dijual hingga Kapuas, Kalteng dan dihargai 570 ribu rupiah setiap 1.000 biji.
“Bata merah ini bahannya berasal dari tanah kami sendiri. Jadi tanah liat yang diambil ini dikumpulkan dulu, baru kemudian diolah, dicetak dan dikeringkan lalu dibakar selama beberapa hari hingga masak menjadi bata merah,” terang Raudah.