TERAS7.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah se-Kalimantan Selatan di Aula Kantor Diskominfo Kalsel, Kamis (21/05/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dengan melibatkan peserta dari pemerintah provinsi hingga 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Kepala Diskominfo Kalsel, Muhammad Muslim, mengatakan bimtek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kemampuan para pengelola humas pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara efektif dan strategis.
“Pesertanya tidak hanya dari pemerintah provinsi, tetapi juga dari 13 kabupaten/kota di Kalsel. Kita ingin meningkatkan kapasitas para pengelola humas dalam mengelola informasi yang disampaikan kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Muslim, perkembangan arus informasi yang semakin terbuka dan masif membuat pemerintah harus mampu beradaptasi dengan strategi komunikasi yang tepat.
“Kita tahu sekarang keterbukaan informasi sangat masif. Pemerintah harus mampu menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan baik, sehingga diperlukan strategi-strategi komunikasi yang tepat,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui kerja sama dengan Kemendagri dan BRIN, kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen Strategi Komunikasi (Stratkom) yang nantinya menjadi pedoman bagi seluruh pengelola humas di lingkungan pemerintah daerah.
“Harapannya nanti tersusun sebuah dokumen Stratkom, sehingga kita bisa menyusun SOP dan pedoman bersama. Jadi seluruh kehumasan di provinsi maupun kabupaten/kota memiliki arah yang sama dalam menyampaikan informasi pembangunan, baik bidang pertanian, ekonomi, sosial, kesehatan, dan lainnya,” jelasnya.
Tak hanya berisi teori, bimtek tersebut juga menghadirkan praktik langsung terkait teknik dan strategi komunikasi publik yang efektif.
“Dalam bimtek ini tidak hanya teori, tetapi juga ada praktik dan trik-trik yang akan diberikan narasumber,” tambah Muslim.
Ia mengakui, tantangan utama kehumasan pemerintah saat ini adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pranata humas yang masih minim di berbagai daerah.
Selain itu, tantangan lainnya adalah belum terdokumentasikannya strategi komunikasi secara menyeluruh, serta derasnya arus informasi di media sosial yang kerap tidak mengedepankan data dan fakta.
“Media sosial ini sering kali lebih banyak opini dibanding data dan fakta. Karena itu, ketika pemerintah memberikan klarifikasi, maka data dan fakta harus menjadi yang terdepan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kalsel berharap kehumasan pemerintah dapat semakin profesional, strategis, dan terukur dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Yang ingin kita bangun adalah kepercayaan masyarakat terhadap humas pemerintah. Jadi tidak hanya bekerja dengan baik, tetapi juga taktis, strategis, dan terukur sehingga bisa dievaluasi untuk perbaikan ke depan,” pungkasnya.