TERAS7.COM – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar terus menghadirkan inovasi untuk mendekatkan budaya literasi kepada masyarakat. Salah satunya melalui program Banjar Corner yang kini hadir di Sega Coffee Brew, Martapura, sehingga pengunjung dapat membaca buku sambil menikmati suasana kafe.
Peresmian Banjar Corner ditandai dengan penyerahan simbolis koleksi buku oleh Kepala Dispersip Kabupaten Banjar, Hj Kencana Wati, kepada Owner Sega Coffee Brew, Elgandi Murlintio Ganda, Jumat (17/07/2026) sore.
Kepala Dispersip Banjar, Hj Kencana Wati, mengatakan kehadiran Banjar Corner di ruang publik merupakan upaya menghadirkan layanan literasi yang lebih dekat, santai, dan mudah diakses masyarakat, khususnya generasi muda yang kerap menghabiskan waktu di kafe.
Menurutnya, konsep tersebut diharapkan mampu mengubah pandangan bahwa membaca buku hanya dapat dilakukan di perpustakaan formal.
“Kehadiran Banjar Corner di ruang-ruang publik seperti kafe ini diharapkan dapat mengubah paradigma bahwa membaca buku hanya bisa dilakukan di perpustakaan formal. Kini, sambil bersantai dan menikmati kopi, pengunjung juga dapat memperluas wawasan mereka melalui koleksi buku yang kami sediakan,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Banjar Corner mampu menciptakan ruang literasi yang lebih akrab dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga minat baca dapat tumbuh secara alami di berbagai kalangan.
Sementara itu, Owner Sega Coffee Brew, Elgandi Murlintio Ganda, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, Banjar Corner memberikan nilai tambah bagi kafe sekaligus menghadirkan suasana yang lebih edukatif bagi para pengunjung.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal ini, budaya membaca di Kabupaten Banjar diharapkan semakin berkembang dengan pendekatan yang lebih modern dan menyenangkan.
Selain di Sega Coffee Brew yang berlokasi di Jalan A Yani Km 38,5 Martapura, Banjar Corner juga telah hadir di Melankolis Coffee, Komplek Pangeran Antasari, Martapura, sebagai bagian dari upaya memperluas akses literasi di ruang-ruang publik.