TERAS7.COM – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengambil sejumlah langkah cepat pascakecelakaan lalu lintas yang menimpa rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Lingkungan Hidup (KKN-LH) di Kabupaten Tanah Bumbu. Selain memberikan pendampingan kepada keluarga korban, ULM juga menarik seluruh mahasiswa peserta KKN-LH di Desa Batulicin Irigasi guna mendukung proses pemulihan psikologis mereka.
Musibah yang terjadi pada Sabtu (1/8/2026) itu mengakibatkan enam orang meninggal dunia, terdiri atas dua mahasiswa ULM, tiga mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Selatan, serta seorang anggota Karang Taruna. Sementara satu mahasiswa ULM mengalami luka-luka dan masih menjalani perawatan.
Berdasarkan keterangan resmi ULM, kecelakaan bermula ketika 16 mahasiswa peserta KKN-LH yang ditempatkan di Desa Batulicin Irigasi bersama aparat desa menghadiri acara syukuran khitanan di Desa Bulurejo. Rombongan berangkat menggunakan lima mobil.
Usai menghadiri acara tersebut, rombongan berencana menuju objek wisata Sungai Alut. Namun, dalam perjalanan menuju lokasi wisata itulah kecelakaan lalu lintas terjadi dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa.
Begitu menerima informasi kejadian, ULM langsung menerjunkan tim gabungan yang terdiri atas Wakil Rektor III, Tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT), panitia pelaksana KKN-LH, serta dosen pendamping lapangan.
Tim kemudian dibagi menjadi tiga kelompok untuk mempercepat penanganan di berbagai lokasi, mulai dari rumah sakit, rumah duka, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait.
Dua mahasiswa ULM yang meninggal dunia dalam musibah tersebut adalah Abdi Cahaya Girsang dari Fakultas Kehutanan angkatan 2023 dan Muhammad Ramadhani dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023. Keduanya telah dimakamkan.
Sementara itu, mahasiswa yang selamat, M. Fahrizal Hasbi dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan angkatan 2023, masih menjalani perawatan di RSUD Ulin Banjarmasin. Kondisinya dilaporkan stabil dan tengah menjalani proses pemulihan.
Sebagai bentuk tanggung jawab kepada para korban dan keluarganya, ULM menyatakan pendampingan dilakukan sejak proses pemulangan jenazah hingga pemakaman. Seluruh biaya penanganan musibah ditanggung bersama oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Universitas Lambung Mangkurat.
Pada Minggu (2/8/2026), ULM juga resmi menarik 13 mahasiswa peserta KKN-LH yang tergabung dalam kelompok Desa Batulicin Irigasi. Kebijakan tersebut diambil agar para mahasiswa dapat memperoleh pendampingan langsung dari keluarga dan menjalani proses pemulihan dari trauma akibat kejadian tersebut.
Ke depan, Tim MKBT ULM akan memberikan layanan pendampingan kesehatan mental dan trauma healing bagi seluruh mahasiswa yang terdampak.
Sementara itu, mahasiswa KKN-LH yang bertugas di lokasi lain tetap melanjutkan program pengabdian masyarakat sesuai jadwal hingga 10 Agustus 2026.
Untuk meningkatkan aspek keselamatan selama pelaksanaan KKN-LH, ULM juga menerbitkan Instruksi Bersama yang mengatur pembatasan mobilitas serta penguatan standar keselamatan bagi seluruh mahasiswa peserta KKN.
Selain itu, ULM terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan pihak kepolisian dalam proses penyelidikan penyebab kecelakaan.
Melalui pernyataan resminya, ULM menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tanah Bumbu beserta jajaran yang dinilai bergerak cepat dalam membantu penanganan musibah tersebut. Universitas juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk mendoakan para korban serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan dan mahasiswa yang tengah menjalani proses pemulihan psikologis.