Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Gandeng Masyarakat Angsana, Mahasiswa ULM Sulap Buah Mangrove Jadi Kopi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Gandeng Masyarakat Angsana, Mahasiswa ULM Sulap Buah Mangrove Jadi Kopi

Maulana
Maulana 10 Agustus 2026, 16.57
Share
Potensi Baru Desa Angsana Kopi Mangrove Hasil Inovasi Mahasiswa KKN ULM
SHARE

TERAS7.COM – Buah mangrove jenis Rhizophora yang tumbuh di pesisir Desa Angsana, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, diperkenalkan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai bahan minuman kopi alternatif.

Inovasi tersebut dibawa Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Lingkungan Hidup (KKNT-LH) ULM Kelompok 2 melalui kegiatan edukasi kepada masyarakat pesisir Desa Angsana, Sabtu (8/8/2026).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 20 peserta tersebut melibatkan ibu-ibu PKK dan anggota karang taruna. Selain memperkenalkan cara pemanfaatan buah mangrove, mahasiswa juga mengajak masyarakat melihat peluang ekonomi yang dapat dikembangkan tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem pesisir.

Koordinator Kelompok 2 KKNT-LH ULM, Ahmad Ryan Faizal, mengatakan ide pengembangan kopi mangrove berawal dari keinginan memanfaatkan potensi lokal yang selama ini belum banyak digunakan.

Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Program Studi Ilmu Komputer itu menjelaskan, awalnya kelompok mereka berencana mengembangkan produk sirup mangrove. Namun setelah mengidentifikasi jenis mangrove yang tumbuh di Angsana, mereka menemukan buah Rhizophora yang berpotensi diolah menjadi minuman alternatif.

Baca juga :

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

“Awalnya kami merencanakan sirup mangrove, tetapi setelah melihat jenis mangrove yang tumbuh di Angsana, kami menemukan buah Rhizophora yang ternyata bisa dijadikan kopi,” ujarnya.

Menurut Ryan, bahan yang digunakan berupa buah mangrove yang telah jatuh secara alami. Buah tersebut dipilih karena dinilai memiliki kandungan getah lebih sedikit dan rasa yang lebih kuat.

Proses pengolahannya dimulai dengan membelah buah untuk mengambil biji. Biji kemudian dipotong menjadi bagian-bagian kecil, direndam selama satu hingga dua minggu untuk mengurangi getah, lalu dikeringkan selama tiga hingga empat hari.

Setelah kering, bahan tersebut disangrai hingga mengeluarkan aroma yang menyerupai kopi dan selanjutnya dapat diolah menjadi minuman.

Ryan mengatakan, kelompoknya telah mencoba produk tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa produk kopi mangrove yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut belum melalui pengujian resmi pemerintah.

“Kelompok kami sudah mencoba minum kopi mangrove ini, dan di beberapa tempat produk serupa sudah dipasarkan. Namun untuk tes resmi dari pemerintah memang belum ada,” jelasnya.

Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa tidak melakukan praktik pengolahan secara langsung bersama masyarakat. Sebagai gantinya, mereka menyiapkan video yang memperlihatkan tahapan pembuatan kopi mangrove.

Metode tersebut ternyata mampu menarik perhatian peserta. Lebih dari 15 pertanyaan muncul dalam sesi diskusi, mulai dari rasa, proses pengolahan, keamanan konsumsi hingga peluang pengembangan menjadi produk usaha.

Ibu-ibu PKK menjadi kelompok yang paling aktif menggali informasi mengenai inovasi tersebut.

“Karena kopi mangrove ini masih baru, masyarakat pesisir Angsana sangat tertarik. Mereka melihatnya sebagai inovasi yang berbeda dan berpotensi dikembangkan,” kata Ryan.

Namun, mahasiswa juga mengingatkan bahwa pemanfaatan buah mangrove harus tetap memperhatikan keseimbangan ekosistem. Pengambilan buah tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena kawasan mangrove memiliki fungsi penting bagi lingkungan pesisir.

“Pemanfaatan sumber daya alam harus dikontrol. Bukan berarti semua buah harus diambil. Sewajarnya saja dan secukupnya. Kalau sudah habis, jangan dipaksa,” tegasnya.

Menurut Ryan, inovasi tersebut bukan dimaksudkan untuk mendorong eksploitasi mangrove, melainkan memperkenalkan alternatif pemanfaatan buah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan masyarakat.

Ia melihat hutan mangrove di Angsana memiliki potensi yang jauh lebih besar. Selain berfungsi sebagai pelindung pesisir dari abrasi, kawasan tersebut juga berpeluang dikembangkan menjadi sumber produk bernilai ekonomi sekaligus destinasi wisata.

“Selama ini kita tahu mangrove hanya mencegah abrasi. Padahal buahnya bisa digunakan, bahkan bisa dikembangkan menjadi produk pangan seperti kopi atau sirup,” ujarnya.

Ryan juga menilai kawasan mangrove Angsana memiliki daya tarik wisata yang cukup menjanjikan.

“Saya berharap suatu saat hutan mangrove Angsana bisa menjadi objek wisata. Tempatnya sejuk dan bagus untuk jalan-jalan,” katanya.

Melalui inovasi kopi mangrove, mahasiswa berharap masyarakat Desa Angsana semakin mengenal potensi yang ada di lingkungan mereka sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga keberlanjutannya.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang berbeda selama KKN, yang bisa dijalankan oleh pemerintah desa dan masyarakat,” ujar Ryan.

Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya menjadi sarana mahasiswa berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk menghadirkan gagasan yang dapat dikembangkan masyarakat sesuai potensi daerah.

Kelompok 2 KKNT-LH ULM terdiri dari 16 mahasiswa lintas fakultas, yakni Ahmad Ryan Faizal (FMIPA, Ilmu Komputer), Andini Prasetya Ningrum (FMIPA, Farmasi), Candra Permana (FMIPA, Ilmu Komputer), Cindy Meiliawan dan Kezia Atalia Samosir (FPIK, Manajemen Sumberdaya Perairan), Dakin Lukas Pangestu Asi Gultom dan Tania Yuanda (Fakultas Kehutanan), Hamdi Fansuri dan Laili Maulida (FPIK, Ilmu Kelautan), Irfi Yusroini Pribadi (FMIPA, Biologi), Meita Amelia Putri (FPIK, Teknologi Hasil Perikanan), Muhammad Syarif (FPIK, Perikanan Tangkap), Nur Zahwa (FPIK, Sosial Ekonomi Perikanan), Prischilia Agnes Patila (Fakultas Teknik, Teknik Lingkungan), serta Rahdatia Silva dan Wahid Nor Raihan (FPIK, Akuakultur)

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
1 1
Gercep! Wali Kota Lisa Perintahkan Dinas Segera Perbaiki Lantai Pasar Bauntung: Jangan Nunggu Sepi
5 September 2026, 11.26
IMG 20260903 110832
Pedagang Keluhkan Pasar Bauntung Becek, Lantai Dibongkar Hampir Dua Bulan Belum Diperbaiki
5 September 2026, 11.04
IMG 20260902 WA0007
Analisis Ekonomi Strategis dan Kedaulatan Nasional
2 September 2026, 13.03

You Might Also Like

Perluas Akses Pendidikan, MUI Barito Kuala Gandeng ULM Jalankan Program Satu Desa Satu Sarjana

WOW! Lewati Target, ULM Kini Peringkat 76 di Indonesia pada UI GreenMetric 2026

Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana

Teratas di Kalsel, ULM Posisi 38 Nasional RIS 2026

Lomba Foto Lahan Basah Warnai Dies Natalis ke-68 ULM

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?