TERAS7.COM – Rapat Koordinasi (Rakor) Satgas Pengawasan, Penyediaan dan Pendistribusian BBM serta LPG bersubsidi di Kalimantan Selatan digelar di Ruang Rapat H Maksid Kantor Setdaprov Kalsel, Selasa (06/10/2026).
Rakor Satgas Pengawasan, Penyediaan dan Pendistribusian BBM serta LPG bersubsidi ini diikuti Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani bersama jajaran pemerintah kabupaten lainnya se-Kalsel.
“Alhamdulillah, hari ini kami menghadiri langsung tim Satgas BBM provinsi dalam rangka menyampaikan beberapa perkembangan terkini terkait dengan SPBU dan juga penyaluran BBM di Tabalong,” kata Bupati Tabalong.
Sosok yang akrab disapa H Fani juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan tugas-tugas bersama tim satgas, termasuk kebijakan diskresi dalam penyaluran BBM di Tabalong.
“Tetapi memang antrean sampai saat ini belum seperti yang kita harapkan. Oleh karena itu, kami menyampaikan ke tim satgas provinsi terkait hal tersebut,” ucapnya.
Selain itu, persoalan harga BBM subsidi yang dijual di tingkat pengecer dengan harapan masalah agar ada penetapan harga eceran tertinggi (HET) melalui kebijakan diskresi.
“Mudah-mudahan nanti ada hal-hal yang bisa kita tunggu terhadap hasil-hasil dari rapat ini yang tentunya bisa ditindaklanjuti segera dan bisa nanti dijalankan ataupun dilaksanakan juga di Tabalong,” ujarnya.
Bupati juga menyebut kuota BBM yang di Tabalong masih terbilang banyak dari rencana penyaluran 8.000 liter, namun dalam penyalurannya hanya 6.000 liter.
“Dari rencana penyaluran 8.000 liter, masih di posisi 6.000 liter. Ada sekitar 60 persen penyerapannya. Tentu, kita berharap mudah-mudahan dengan kuota yang masih tersedia ini, sehingga sampai akhir Desember nanti bisa memenuhi kebutuhan dari masyarakat Tabalong,” sebutnya.
Ditambahkan H Fani, meskipun kuota BBM masih terbilang banyak, namun di kabupaten lainnya di Kalsel lebih tinggi dibandingkan di Tabalong.
“Kita melihat juga di kabupaten lain untuk kuotanya mungkin lebih tinggi daripada kita. Nanti kita akan mengajukan ke Migas untuk bisa menambah kuota, sehingga kebutuhan akan BBM di Tabalong ini bisa teratasi dan juga antrean ataupun kondisi SPBU yang saat ini kita bisa rasakan, bisa berangsur-angsur kita lakukan pemulihan,” tambahnya.