TERAS7.COM – Kapolres Banjar, AKBP Andri Koko Prabowo menggelar silaturahmi dengan rekan-rekan media di Aula Mapolres Banjar, Martapura pada Senin malam (16/12).
Kapolres Banjar baru yang menggantikan AKBP Takdir Mattanete ini mengundang belasan insan media bertujuan untuk membangun komunikasi dan kerjasama yang baik.
AKBP Andri Koko Prabowo menjelasan pertemuan dengan awak media se-Kabupaten Banjar ini sudah lama direncanakan.
“Namun karena terkendala jadwal yang padat, baru sekarang kawan-kawan media bisa bertemu memenuhi undangan kami, semoga pertemuan ini membawa berkah,” ujarnya.

Kapolres Banjar yang menjabat sejak November 2019 ini tak hanya memperkenalkan dirinya pada awak media, juga pejabat-pejabat di Mapolres Banjar yang sebagian sudah berganti wajah, seperti Kabag Ops Kompol Saiful Bob.
“Saya sendiri dulu pernah tugas di Polres Banjar sekitar tahun 2008. Pernah juga bertugas di Sat Reserse di Tapin dan Banjarbaru, lalu menjadi Kapolsek Banjarmasin Timur dan Wakapolres Batola serta bertugas di Direktorat Narkoba Polda Kalsel. Pada tahun 2017-2019 saya bertugas di Polda Sulawesi Barat dan pada Oktober 2019 ditunjuk sebagai Kapolres Banjar,” terangnya.
Kepada awak media, AKBP Andri Koko Prabowo mengatakan pihaknya sadar akan peran media dalan memberitakan keberhasilan pelaksanaan tugas Polres Banjar pada masyarakat sangat penting.
“Karena itu kita berharap ke depan kerjasama yang sudah terjalin dengan baik dapat terus berlanjut, karena kami sendirian tanpa bantuan kawan-kawan media akan berat untuk menyampaikan keberhasilan kami pada masyarakat di masa saja. Apalagi media sekarang tak hanya terfokus pada cetak saja, sekarang banyak media online yang setiap saat bisa di klik dan beritanya up to date. Kita perlu wahana seperti ini agar berita-berita Polres Banjar tak hanya terpaku di lingkup Polres saja, tapi bisa menjangkau masyarakat dibantu rekan-rekan semua,” katanya.
Kapolres Banjar ini juga meminta agar rekan-rekan media menyampaikan berita yang teruji kebenarannya dan bisa dipertanggungjawabkan sebelum di upload agar tidak menjadi berita hoax.
“Sebelum media membuat berita dan menguploadnya hendaknya konfirmasi ke pihak yang kompeten agar berita menjadi seimbang antara apa yang disampaikan narasumber dengan yang dimuat,” ungkapnya.
AKBP Andri Koko Prabowo juga menceritakan pengalaman buruknya dengan media saat bertugas di Polda Sulawesi Barat saat mengamankan suatu kasus.
“Saya yang saat itu diminta statemennya oleh salah satu media. Besoknya terbit beritanya dengan judul yang tak mengenakkan bagi kami sehingga saya dipanggil oleh pimpinan saya. Saya sendiri komplain dengan media tersebut kenapa membuat berita dengan judul begitu, namun oleh redaktur media tersebut dijelaskan judulnya dibuat seperti itu untuk menarik minat pembaca. Tapi hal tersebut tak mengenakkan bagi saya, karena itu saya tak mau hal itu terjadi lagi, jadi kita harus membangun semacam kolaborasi dan kerjasama antara media dengan Polres Banjar,” ceritanya.

Sementara perwakilan awak media, Fahmi mengungkapkan permasalahan yang sempat terjadi antara awak media di Kabupaten Banjar dengan Polres Banjar.
“Sempat ada miskomunikasi di antara kami sebelumnya, misalnya saat ada berita penangkapan, justru kami mendengar informasi tersebut dari luar. Saat kami mencoba mengkonfirmasinya ke pihak terkait di Polres Banjar agak sulit,” ungkapnya pada Kapolres Banjar.
Fahmi berharap ke depan Polres Banjar mau terbuka pada informasi-informasi yang berkaitan dengan kasus-kasus kriminalitas di Kabupaten Banjar sehingga tak ada berita-berita liar dan sedikit banyak bisa merugikan kedua pihak.
“Kita berharap pihak Polres terbuka akan informasi supaya berita tidak menjadi liar dan merugikan. Kalau Polres Banjar menganggap berita tersebut belum saatnya diberitakan karena masih dalam tahap penyelidikan, kami menerima alasan tersebut dan tak masalah menunggu. Yang penting kami nanti diberikan kesempatan untuk melakukan konfirmasi. Itu saya uneg-uneg dari kawan-kawan media,” terangnya.