TERAS7.COM – Berakhirnya Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan kembali ke tanggap darurat bencana alam membuat pemerintah melakukan beberapa pelonggaran terhadap beberapa kegiatan seperti rumah ibadah, sektor usaha perdagangan barang dan jasa, serta terkait hajat hidup orang banyak, seperti pertanian dan peternakan, home industri, konstruksi, logistik, barang dan pertambangan.
Pelonggaran tersebut membuat beberapa tempat pendidikan di kabupaten Banjar berencana akan kembali aktif, terutama tempat pendidikan seperti di pondok pesantren.
Apalagi di kabupaten Banjar cukup banyak mempunyai pondok pesantren yang mempunyai banyak santri, bukan hanya yang menuntut ilmu orang Kalimantan Selatan, tetapi juga dari perbagai daerah luar Kalimantan.
Akan aktifnya kembali pondok pesantren tersebut mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Kabupaten Banjar, Pribadi Heru Jaya saat ditemui awak media.
Pribadi Heru Jaya mengatakan saat ini penyebaran wabah virus Corona masih tinggi, malahan masih banyak daerah yang bersetatus zona merah.
“Ada rencana pengaktifan kembali pondok pesantren di kabupaten Banjar di tengah masihnya pendemi Covid-19 tentu harus diperhatikan. Apalagi saat ini masih banyak lagi daerah yang masih menjadi zona merah,” ujarnya.
Ia berharap pondok pesantren yang kembali mengaktifkan pembelajaran harus benar-benar memenuhi protokol kesehatan, apalagi santri yang menuntut ilmu di pondok pondok besar di Kabupaten Banjar banyak juga yang dari luar daerah.
“Selain protokol kesehatan, saat ini masyarakat rata-rata terdampak oleh wabah Covid-19 ini, ekonomi saat ini belum stabil, tentunya juga menjadi perhatian oleh pengelola pondok dan pemerintah. Ini sudah tahun ajaran baru, tentunya harga kitab tergolong mahal, ini yang perlu diperhatikan untuk menunjang keperluar belajar santri,” ucap ketua DPC PKB Kabupaten Banjar ini.