TERAS7.COM – Kecamatan Astambul di Kabupaten Banjar merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir terparah di Kalimantan Selatan.
Masyarakat di Kecamatan Astambul sendiri kebanyakan berprofesi sebagai petani, dan hampir 90 persen lahan pertanian di kecamatan tersebut mengalami kerugian akibat terendam banjir.
Hal tersebut dibenarkan oleh Camat Astambul, Sirajuddin Ali saat ditemui jurnalis Teras7.com di Halaman Pemda Kabupaten Banjar. Sabtu (23/01).
“Hampir 90 persen terendam, termasuk perkebunan dan agrowisata kami tidak bisa diselamatkan lagi,” ujarnya.
“Apalagi lahan petani kami yang diruntuhi longsor di Banua Anyar itu semua tertimbun pasir, jadi tidak bisa ditanami” tambahnya.
Maka dari itu, Sirajuddin Ali meminta agar hal tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah terkait, terutama pasca banjir.
“Ini perlu perhatian dari pihak-pihak terkait, apalagi pasca banjir kita masih menderita, kita tidak menyangka bahwa akan seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Muggu Raya Kecamatan Astambul yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa ini merupakan banjir terparah yang pernah dirinya alami.
“Banjir ini merupakan yang terparah yang pernah dialami seumur hidup,” ujarnya.
Dirinya menyebutkan bahwa lahan pertanian miliknya, dan harta benda serta rumahnya pun ikut terendam akibat banjir yang diakuinya terparah tersebut.
“Lahan pertanian kami terendam, mata pencaharian kami sebagai pencari ikan juga terhambat akibat banjir, dan juga harta benda serta rumah pun juga ikut terendam,” pungkasnya.
Kecamatan Astambul sendiri juga menjadi wilayah yang mendapatkan bantuan logistik dari Kementrian Pertanian RI akibat musibah banjir yang melanda.