TERAS7.COM – Akhir-akhir ini masyarakat Kalimantan Selatan, khususnya Banjarbaru dan sekitarnya diperlihatkan tampilan baru dari Museum Lambung Mangkurat yang beberapa waktu lalu direnovasi.
Sejak diresmikan ulang pada 10 Januari 1979, Museum yang bernama awal Museum Borneo ini baru merasakan direnovasi sejak kurang lebih 40 tahun diresmikan.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Taufik Akbar membenarkan bahwa ini merupakan kali pertama museum di renovasi sejak diresmikan ulang.
“Tidak pernah direnovasi sama sekali, dan ini baru kali pertama,” ujarnya kepada Teras7.com pada Senin (22/02).
Renovasi Museum Lambung Mangkurat sendiri dijelaskan Taufik meliputi halaman depan, pagar, tempat parkir, pos jaga, taman, dan juga penerangan.
Untuk masa pengerjaan museum terlengkap di Kalimantan Selatan ini sendiri, ia menyatakan bahwa dilakukan selama 50 hari kalender.
Kemudian, renovasi ini sendiri menurutnya bertujuan agar dapat meningkatkan daya tarik masyarakat yang sebelumnya enggan untuk ke musem, untuk dapat mengunjungi museum.
“Untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, baik dari siswa sekolah, kaum millenial,” terangnya.
Ia memastikan bahwa pengujung nantinya akan lebih nyaman jika datang ke museum, selain tampilan yang baru, lahan parkir mobil dan motor juga luas.
Saat ini Museum Lambung Mangkurat sedang ditutup sementara akibat Pandemi Covid-19, Taufik sendiri mengaku belum tahu kapan akan dibuka kembali.
“Belum tahu kapan, sampai saat belum ada surat dari pemerintah daerah kapan dibuka kembali,” ungkapnya.
Ia mengharapkan Museum Lambung Mangkurat setelah direnovasi ini dapat memicu minat seluruh kalangan masyarakat yang ada di Kalimantan Selatan untuk berkunjung.
“Harapan kami semua disini berharap museum ini dapat lebih banyak pengunjung agar lebih maju, dan lebih menarik untum dikunjungi masyarakat, baik anak-anak, millenial maupun turis,” harapnya.
Taufik turut memastikan bahwa jika nanti dibuka, tiket harga masuk museum ia pastikan akan tetap sama seperti semula atau tidak akan ada penambahan biaya masuk.
Sementara itu, Oca masyarakat Kota Banjarbaru mengungkapkan bahwa pentingnya generasi muda untuk lebih mengenal sejarah daerahnya sendiri, salah satunya dengan berkunjung ke museum.
“Dengan kita ke museum, kita akan lebih mengetahui bagaimana sejarah daerah kita Kalimantan Selatan dulunya dengan melihat koleksi-koleksi yang dipamerkan,” tandasnya.
Hingga akhir tahun 2020, dari catatan pihak Museum Lambung Mangkurat, setidaknya ada sebanyak 12.345 koleksi yang berada di museum tersebut.

