TERAS7.COM – Kabupaten Banjar kembali mendapatkan vaksin Covid-19 dari pusat, namun vaksin yang disalurkan kali ini menggunakan merk Moderna.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, dr. Diauddin melalui Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ahmad Mahmud saat ditemui di ruang kerja pada Senin (23/8/2021).

“Kita mendapatkan vaksin Moderna dari pusat. Vaksin ini merupakan booster yang disalurkan sebagai vaksin dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Selain itu juga digunakan sebagian bagi masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin dosis pertama,” katanya.
Vaksin Moderna yang diterima untuk masyarakat umum berjumlah 1.184 pial vaksin, dimana masing-masing pial dosis vaksin dapat digunakan untuk 13-14 orang, sehingga diperkirakan tersedia 16 ribu dosis vaksin.
“Tapi yang Moderna ini sudah dipersiapkan untuk 2 kali suntik, jadi jatahnya sekitar 7.500 sampai 8.000 orang. Kebijakan ini diambil supaya tidak ada antrian seperti vaksin Sinovac,” katanya.
Sementara untuk vaksinasi di Kabupaten Banjar sendiri ditargetkan akan menyasar masyarakat sebanyak 450 ribu warga Kabupaten Banjar.
“Saat ini yang sudah mendapatkan vaksinasi pertama menggunakan vaksin Sinovac ada 38 ribu orang. Sementara yang sudah mengikuti vaksin kedua ada 25 ribu orang. Total ada 8,6 persen yang sudah di vaksin dari total penduduk Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Hingga saat ini ada 13 ribu orang yang menunggu untuk mendapatkan vaksinasi kedua menggunakan vaksin produksi Sinovac di Kabupaten Banjar.
Ahmad Mahmud sendiri meminta agar masyarakat yang menunggu giliran vaksin dosis kedua bersabar menunggu datangnya stok dari pusat.
Terkait vaksin merk Moderna ini, Ahmad Mahmud sendiri mengungkapkan efek samping dari vaksin jenis ini lebih bereaksi dibandingkan vaksin Sinovac.
“Seperti kami di Dinkes yang sudah mendapatkan vaksin ketiga menggunakan Moderna mengalami berbagai gelaja selama 1-3 hari, diantaranya pegal, panas dingin hingga diare tergantung masing-masing orang,” bebernya.
Sehingga Ahmad Mahmud meminta agar masyarakat yang mendapat vaksin Moderna ini dapat beristirahat setelah mendapatkan suntik vaksin.
Vaksin Moderna sendiri sudah mulai diberikan kepada Tenaga Kesehatan sejak 16 Agustus 2021 yang lalu dan ke depan akan menyasar masyarakat umum.
Dikutip dari berbagai sumber, vaksin Moderna ini dikembangkan dari mRNA yang di produksi oleh Amerika Serikat dengan dosis yang diberikan berjumlah 2 dosis dengan jarak 28 hari.
Vaksin yang efektivitas 94 persen ini bekerja dengan cara vaksin mRNA mengirimkan kode genetik ke sel kita untuk membuat protein yang memicu respons imun tubuh.
Kemudian tubuh akan memproduksi antibodi dan mengembangkan kekebalan yang bertahan lebih lama yang dapat melawan virus jika masuk ke dalam tubuh pada tahap selanjutnya.
Vaksin Moderna ini sendiri mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM).
Karena dikembangkan dari mRNA, vaksin ini memerlukan teknologi penyimpanan berbeda dengan vaksin lain seperti Sinovac yang membutuhkan sarana penyimpanan pada suhu minus 20 derajat Celsius.
Sementara itu vaksin Sinovac yang berasal dari China dibuat menggunakan virus Corona yang telah dimatikan atau inactivated virus.
Efektivitas Sinovac sendiri tidak setinggi Moderna, namun telah melampaui standar minimal 50 persen yang ditetapkan oleh WHO dan FDA, bahkan sudah mendapatkan EUA dari BPOM dan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Vaksin ini setelah disuntikkan akan membuat virus yang tidak aktif untuk memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona secara spesifik.
Karena itu jika sewaktu-waktu tubuh terserang virus Corona, maka tubuh sudah memiliki antibodi untuk bisa melawannya dan mencegah terjadinya penyakit.
Sehingga kemungkinan terjadinya infeksi Covid-19 yang bergejala pada orang yang sudah divaksinasi dengan vaksin Sinovac bisa turun sebesar 65 persen.
Selain itu efek samping vaksin ini juga dinilai aman, karena yang biasanya muncul hanya bersifat ringan dan sementara, misalnya nyeri di lokasi penyuntikan, nyeri otot, dan sakit kepala yang rata-rata hilang dalam 3 hari.