Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Guru Honor Mengadu ke Dewan Sampaikan Aspirasi dan Keadilan Nasib Mereka
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Guru Honor Mengadu ke Dewan Sampaikan Aspirasi dan Keadilan Nasib Mereka

donni riswan
donni riswan 21 September 2021, 16.30
Share
IMG 20210920 112711 scaled
SHARE

TERAS7.COM – Ratusan guru honorer SD dan SLTP di Kabupaten Tabalong mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong untuk menyampaikan aspirasi dan mencari keadilan terkait nasib mereka.


Kedatangan mereka untuk menyampaikan permasalahan pelaksanaan tes seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) yang diselenggarakan pemerintah pusat beberapa waktu lalu.


Salah seorang guru honorer, Lia Siasahan, menyampaikan keluhan tes PPPK tidak bisa diikuti guru honor yang sudah mengabdi lebih dari 10 tahun dan usianya diatas 35 tahun.


“Guru honor yang usianya sudah 40 tahun ke atas ikut tes dengan nilai passing grade seperti kemarin kebanyakan tidak mampu,” terangnya usai menyampaikan aspirasi di aula Graha Sakata DPRD setempat.Senin, (20/9/2021).


Lia juga mengatakan kebanyakan guru honor yang usianya diatas 40 hingga 50an tahun gugur di passing grade teknis.

Baca juga :

Arbani : Masih Banyak Guru Honorer Perlu Perhatian Pemerintah.

Tabalong Turun ke Level 2, Kini Bagi Sekolah yang Telah Diizinkan Bisa Gelar PTM

Guru Terpencil Jadi ‘Sasaran’


“Kemarin nilai passing grade teknis naik menjadi 320, sedang tahun 2019 nilainya 260, kebanyakan jatuhnya disini,” ungkap Guru SMPN 2 Upau ini.


Perempuan yang sudah mengabdi selama 13 tahun ini menyebutkan, honor dari sekolah yang mereka terima bervariasi yang besarannya mulai Rp. 150 ribu hingga yang paling tinggi Rp. 500 ribu perbulan.
“Saya berharap ada perhatian dari pemerintah maupun Pemkab Tabalong akan nasib mereka. Mudah-mudahan anggota DPRD bisa memperjuangkan harapan kami,” tuturnya.


Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabalong, H. Jurni, menuturkan bahwa pihaknya akan membawa persoalan ini hingga ke pemerintah pusat.


“Rencananya akan ke kementerian bersama instansi terkait, Komisi I yang membidangi serta perwakilan guru honor untuk menyampaikan persoalan ini. Mudah-mudahan ada solusi dan akan kami kawal,” ucapnya.


Legislator senior ini menilai, persoalan ini tak jauh beda dengan masalah PP Nomor 48 beberapa tahun lalu dimana SK yang diakui dan kontrak dilanjut hanya bagi guru honor yang menggunakan dana APBD dan APBN sedang SK dari kepala sekolah tidak dihargai.


Setelah kementerian disambangi bersama perwakilan guru waktu itu, ternyata range usia dihapus dan semua guru bisa diangkat atau dilanjut kontraknya.


“Persoalan sekarang sama saja dengan yang sekarang, kami yakin pihak kementerian orangnya cerdas-cerdas, pasti ada solusi,” tukasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23
2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34

You Might Also Like

Arbani : Masih Banyak Guru Honorer Perlu Perhatian Pemerintah.

Tabalong Turun ke Level 2, Kini Bagi Sekolah yang Telah Diizinkan Bisa Gelar PTM

Guru Terpencil Jadi ‘Sasaran’

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?