Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Kini Ada di RSD Idaman, Teknik Operasi Katarak Modern Phacoemulsifikasi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Kini Ada di RSD Idaman, Teknik Operasi Katarak Modern Phacoemulsifikasi

Tim Redaksi
Tim Redaksi 2 September 2022, 16.23
Share
3cdf1a99 bdcc 4c04 b2f1 3d9f6d75232a
Layanan operasi katarak tanpa jahitan atau disebut sebagai teknik Phacoemulsifikasi, resmi dibuka di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Foto: Humas RSD Idaman
SHARE

TERAS7.COM – Wacana manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru untuk menghadirkan alat bedah katarak yang modern akhirnya telah terwujud. Layanan operasi katarak tanpa jahitan atau disebut sebagai teknik Phacoemulsifikasi, resmi dibuka di rumah sakit milik pemerintah tersebut.

Seperti yang diketahui katarak adalah suatu penyakit yang ditunjukan melalui perubahan warna pada lensa mata yang menjadi keruh dan berawan. Pada umumnya katarak berkembang perlahan dan awalnya tidak terasa mengganggu. Namun, jika terus dibiarkan maka akan berdampak buruk pada penglihatan hingga akhirnya menyebabkan kebutaan.

Di dunia medis, katarak disebut sebagai penyebab kebutaan utama di dunia yang dapat diobati. Penyebab dan faktor risiko terjadinya katarak umumnya berhubungan dengan pertambahan usia, paparan ultraviolet, riwayat penyakit diabetes mellitus (DM), penggunaan obat-obat steroid, riwayat kecelakaan pada mata, ataupun riwayat operasi mata sebelumnya.

Awalnya teknik operasi katarak yang dikenal masyarakat ialah dengan cara manual dan dilakukannya jahitan di area lensa mata. Namun dengan seiring berjalannya waktu, teknik operasi katarak saat ini telah dikembangkan dengan didukung sebuah alat canggih berupa mesin bergelombang ultrasonik.

Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, Dokter Danny Indrawardhana, MMRS, melalui Kasi Sarana dan Prasarana Medik, Harun Arrasyid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menghadirkan alat canggih tersebut lewat rancangan anggaran tahun 2022. Pun diakuinya pengadaan alat kesehatan ini memang telah dibidik sejak tahun lalu sebagaimana arahan Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin.

Baca juga :

Momen Hari Kesehatan Nasional ke-60, Begini Seruan Saidi Mansyur ke Masyarakat Kabupaten Banjar

Buka Rakoor Pokjanal Posyandu Kabupaten Banjar, Sekda Bicara Soal Insentif Kader

Tera Ulang, Pemkab Banjar Pastikan Seluruh Alat Ukur Kesehatan Sudah Akurat

“Penting kami rasa untuk selalu mengembangkan sarana prasarana yang ada di RSD Idaman Banjarbaru. Salah satunya mendatangkan alat canggih untuk operasi katarak. Dan Alhamdulillah, berkat dukungan bapak Walikota dan bapak Direktur RSD Idaman, alat ini sudah kita miliki dan bisa dipergunakan untuk pengobatan masyarakat,” katanya, Jumat (2/9/2022).

Secara teknis, Dokter Hadijah Sp.M selaku kedua dokter spesialis mata di RSD Idaman Banjarbaru menjelaskan bahwa dengan teknik Phacoemulsifikasi katarak akan dihancurkan menjadi fragmen kecil melalui getaran ultrasonik dan lensa diaspirasi dari dalam bola mata. Kemudian, lensa katarak yang sudah dibersihkan diganti dengan lensa jernih buatan yang didesain dengan sangat baik, serta dapat digunakan seumur hidup.

“Nah setelah operasi, pasien tidak perlu lagi rawat inap lanjutan, bisa langsung pulang. Kalau dibandingkan teknik operasi yang dulu akan sangat banyak perbedaannya. Dengan teknik Phacoemulsifikasi, sayatan sangat kecil, waktu tindakan operasi pun lebih cepat dan tentunya yang sangat jelas bedanya ialah tanpa jahitan,” tuturnya.

Senada, Dokter Helen Nguda Sp.M yang juga dokter spesialis mata, menyebut dengan adanya mesin Phacoemulsifikasi diharapkan menunjang efektifitas dan efisiensi pada layanan operasi katarak.

“Dengan irisan atau sayat yang lebih kecil yg lebih kecil diharapkan bisa menurunkan angka endof atau infeksi pasca operasi. Selain itu penyembuhan bisa lebih cepat,” terangnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan Medik RSD Idaman Banjarbaru Dokter Siti Ningsih, mengungkapkan bahwa layanan operasi katarak mata dibuka setiap hari kerja. Secara prosedur, lanjutnya masyarakat dapat mendaftar ke poli mata untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan dan akan diputuskan apakah perlu tindakan operasi.

“Jika perlu tindakan operasi Phacoemulsifikasi, maka segera akan dijadwalkan. Setelah jadwal ditentukan, pasien diminta untuk datang ke poli mata untuk persiapan. Kemudian di antar ke kamar operasi, stabilisasi dan jika sudah selesai pasien diperbolehkan langsung pulang dengan catatan tidak ada penyulut misal hipertensi atau DM,” tuntasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260814 152305
Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Hadir sebagai Ikon Religi Baru Kalimantan Selatan
14 Agustus 2026, 15.26
IMG 20260817 193804
HUT ke-81 RI Jadi Momentum Bupati Tanah Bumbu Apresiasi Jasa Veteran dan Seniman
17 Agustus 2026, 19.43
23af2781 1846 4430 a6f8 38bcdfcd3516
Mafia Tanah Dituntut Ringan Oleh Kejaksaan HSS?
19 Agustus 2026, 11.28
ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
20260812 094300
Wow, Bendera Merah Putih Sepanjang 50 Meter Terbentang di Perairan Asahan
11 Agustus 2026, 20.44

You Might Also Like

Momen Hari Kesehatan Nasional ke-60, Begini Seruan Saidi Mansyur ke Masyarakat Kabupaten Banjar

Buka Rakoor Pokjanal Posyandu Kabupaten Banjar, Sekda Bicara Soal Insentif Kader

Tera Ulang, Pemkab Banjar Pastikan Seluruh Alat Ukur Kesehatan Sudah Akurat

Lomba Posyandu Digelar di Desa Balida Balangan, Ajang Peningkatan Pelayanan Kesehatan

Luncurkan ILP, Pemerintah Bertekad Permudah Akses Layanan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Banjar

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?