TERAS7.COM – Menjalankan pekerjaan seseorang memiliki beban kerja yang berlebihan akan mengakibatkan tertekan dan stress.
Stress kerja dimana kondisi ketidak seimbangan fisik dan psikis yang dapat mempengaruhi seorang pegawai, sehingga dapat mempengaruhi emosi dan proses berpikir.
Lapas Narkotika Karang Intan berupaya agar pegawai tidak mengalami stres kerja, sehngga lapas melakukan seminar “stres kerja” yang dilakukan dengan Akhmad Rifandi M.Psi Dosen Psikolog Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Jumat (23/09/2022).
Ungkapan Kepala Lapas Narkotika karang intan, Wahyu Susetyo, petugas bekerja mengurus banyak warga binaan sehingga di beri psikoeduksi untuk meminimalisi sters keraja.
“Kemarin kita kedatangan dosen psikologi Universitas Muhammadiyah, beri psikoedukasi petugas mengenai stres. Bekerja di Lapas mengurus banyak warga binaan, rentan stres, jadi kegiatan tersebut sedikit banyak berguna bagi pelaksanaan tugas yang dilakukan,” ungkap.
Ia mengatakan kegiatan ini sekaligus berakhirnya dua mahasiswa psikolog UM Banjarmasin magang di Lapas Narkotika Karaang Intan.
Di hari yang sama, Dosen Psikolog Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Akhmad Rifandi mengungkapkan, stres di tempat kerja dapat dipicu berbagai hal menyangkut pekerjaan, sehingga perlu tindakan agar stress tidak semakin tinggi yang dapat mempengaruhi kepada tindakan yang lebih parah.
“Stres di tempat kerja bisa terjadi disebabkan berbagai hal yang berhubungan dengan pekerjaan, stres tidak selalu buruk, ada juga stres yang disebabkan hal positif, misalnya ketika kita dapat promosi jabatan, maka juga akan menggalami stres,” Jelas Akhmad Rifandi.
“Menghadapi stres perlu coping stres, kita harus mampu menyesuaikan diri terhadap stres dengan kegiatan yang bisa kita lakukan, selain beristirahat (tidur) lakukan kegiatan lain yang bisa meredakan stres, dan itu diri sendiri yang mengetahui, misal ada orang stres yang suka minum kopi, setelah itu stresnya hilang dan sebagainya,” tutup Rifandi.