Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Ini Penjelasan Risa Ahyani Akan Proyek Pembangunan Area Landing Paralayang dan Gantole di Desa Sarang Tiung
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Ini Penjelasan Risa Ahyani Akan Proyek Pembangunan Area Landing Paralayang dan Gantole di Desa Sarang Tiung

Daeng Paleppi Orogen
Daeng Paleppi Orogen 23 Desember 2022, 13.10
Share
IMG 20221223 WA0001
Kontraktor masih melakukan aktifitas pekerjaan di lokasi proyek. (Ist)
SHARE

TERAS7.COM- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparpora Kotabaru Risa Ahyani mengatakan, proyek pembangunan area pendaratan Paralayang dan Gantole di Desa Sarang Tiung RT 09 Kecamatan Pulau Laut Sigam dengan biaya kurang lebih 5 miliar rupiah, hingga kini pekerjaan masih berlangsung.

“Pekerjaan proyek lokasi pendaratan olahraga Paralayang dan Gantole ini masih berlangsung,” ungkapnya Kamis (22/12/22).

Bangunan senilai 5 miliar lebih dengan sistem Bronjong kata Risa, karena lokasi bangunan berhadapan langsung dengan gelombang lepas.

IMG 20221223 WA0003
Upaya petugas membersihkan ceceran material tanah hasil angkutan dump truk yang melintasi jalan raya ke lokasi proyek. (Ist)

Ditegaskan Risa bahwa, konstruksi menggunakan Bronjong sudah sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan prosedurnya seperti itu.

“Menggunakan Bronjong agar fisik bangunan tahan terhadap gempuran ombak, sehingga konstruksi lebih tahan lama,” jelasnya lagi.

Baca juga :

GOW Kotabaru dan Persit Kodim 1004 Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Pasar Murah Digelar di Siring Laut Kotabaru, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran

Sat Polairud Polres Kotabaru Bagikan Sembako kepada Nelayan di Perairan Selat Laut

Pasalnya, bangunan lokasi pendaratan Paralayang dan Gantole persis menghadap kearah Selat Laut Makasar. Karena, pada bulan tertentu, gelombang di perairan itu cukup besar, terutama pada musim angin Utara dan Tenggara.

Risa menjelaskan, mengenai prosedur dan metode tentunya berdasarkan aturan yang berlaku. Jenis bangunan, baik itu Bronjong maupun pendapat lainnya, tentunya setiap orang dapat mempunyai pendapat yang berbeda sesuai pengetahuannya.

“Mari sama-sama kita dukung dan kawal kegiatan pembangunan ini agar selesai sampai dengan tahun ini. Karena akan digunakan untuk eksibisi dan kejuaraan Paralayang tingkat Nasional pada 2023,” katanya meminta.

IMG 20221223 WA0002 1
Lokasi proyek landing Paralayang dan Gantole di Desa Sarang Tiung dengan latar belakang laut alam. (Ist)

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Disparpora Kotabaru Ronal dalam keterangannya mengatakan, pembangunan pendaratan area Paralayang dan Gantole dengan ukuran 150 meter x 100 meter atau 15.000 meter persegi menyerap anggaran Rp 5.481.754.500

Tentunya dengan waktu pelaksanaan dimulai 21 Oktober 2022 sampai dengan 30 Desember 2022 diperkirakan pekerjaan telah selesai dirampungkan.

Ronal menjelaskan, pembangunan menggunakan Bronjong sudah sesuai, karena posisi bangunan berada di pesisir yang berhadapan langsung ke Selat Laut Makassar. 

“Bronjong salah satu konstruksi yang bisa menyerap dan tahan terhadap hantaman gelombang adalah pasangan batu Bronjong,” terang Ronal.

Kemudian, sambung Ronal, bangunan sistem Bronjong sangat fleksibel terhadap kondisi kontur di bawahnya.

“Karena di dalamnya sudah berupa urugan batu base course dan tanah. Maka yang paling memungkinkan untuk meredam tekanan dari beban geser urugan tersebut adalah Bronjong. Dan, paling ekonomis dan cukup efisien untuk konstruksi yang kita gunakan,” tandas Ronal. 

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
1 1
Gercep! Wali Kota Lisa Perintahkan Dinas Segera Perbaiki Lantai Pasar Bauntung: Jangan Nunggu Sepi
5 September 2026, 11.26
IMG 20260903 110832
Pedagang Keluhkan Pasar Bauntung Becek, Lantai Dibongkar Hampir Dua Bulan Belum Diperbaiki
5 September 2026, 11.04
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23

You Might Also Like

GOW Kotabaru dan Persit Kodim 1004 Bahas Pentingnya Kesehatan Mental Perempuan

Pasar Murah Digelar di Siring Laut Kotabaru, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Jelang Lebaran

Sat Polairud Polres Kotabaru Bagikan Sembako kepada Nelayan di Perairan Selat Laut

17 Warga Kotabaru Ikuti Pelatihan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Dorong Kemandirian Anak dan Disabilitas

Kantor Baru Kejari Kotabaru Diresmikan, Bupati Sebut Simbol Penguatan Penegakan Hukum

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?