TERAS7.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, warga Desa Wayau dengan didukung pemerintah desa setempat mengadakan kontes burung berkicau.
Kontes tersebut digelar di objek wisata Dewata Batu Ampar, Desa Wayau RT 9, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, dan mempertandingkan 38 race perlombaan dengan berbagai jenis burung,
Diperikaran konter burung berkicau ini, diikuti ratusan peserta yang berasal dari kabupaten se-Banua Anam Kalimantan Selatan, serta kabupaten-kabupaten lain di provinsi tetangga yakni Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Berbagai jenis burung dilombakan dalam acara ini, mulai dari murai, lovebird, kacer, cucak ijo, dan campuran, dan untuk penilaian dilakukan oleh tim Rajawali Indonesia.
Ketua Panitia Kontes Burung Berkicau, Saparin Anwar, yang dikonfirmasi selama perlombaan berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi penggiat burung berkicau serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai hewan, terutama burung berkicau yang hampir punah.
Selain itu juga, Saparin berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan tempat wisata, khususnya objek wisata Dewata Batu Ampar.
“Kita lebih memperkenalkan tempat wisata yang ada di desa wayau ini, dewata balarutan namanya. jalan satu-satunya, diantaranya ya mengadakan lomba gantangan burung seperti ini. ini sudah kedua kali regional, sebelumnya kita tiap hari selasa tiap minggu kita mengadakan yang untuk lokal.” ujar Saparin Anwar. Selasa (15/08/2023).
Kontes burung berkicau berlangsung dari jam 1 siang sampai dengan jam 8 malam. Selama kontes berlangsung, setiap race perlombaan menghasilkan 5 pemenang, kemudian diakumulasi untuk menentukan juara umum dan juara untuk masing-masing jenis burung, dengan hadiah berupa trofi, piagam penghargaan, dan total uang pembinaan 5 juta rupiah.
Sementara itu, Kepala Desa Wayau, Masrani, yang ditemui usai penyerahan hadiah lomba mengatakan, kontes burung berkicau merupakan inisiatif masyarakat setempat, kemudian didukung pemerintah desa, stakeholder terkait, serta para donatur dan pengusaha.
Khusus untuk kontes tahun kedua ini, Pemerintah Desa Wayau kata Masrani, memberikan dukungan pembuatan jalan menggunakan paving block untuk mempermudah akses menuju lokasi lomba.
“Karena eventnya ini besar ya sebanua anam, jadi kita itu istilah support habislah, artinya kita berusaha membantu sehingga acara ini bisa terlaksana. dari pihak panitia pun bisa mengadakan acara ini dengan maksimal,” tuturnya. Adapun kontes burung berkicau diakhiri dengan pengundian doorprize bagi seluruh peserta lomba. adapun hadiah utama ialah sepeda motor, sepeda gunung, kipas angin, rice cooker, dan lain-lain.