TERAS7.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak angin kencang yang melanda empat desa di Kecamatan Martapura Barat, Senin (26/10/2026) sore.
Bantuan diserahkan oleh Kasi Logistik BPBD Banjar, Yanrinaldo Bachdie, bersama tim di Kantor Kecamatan Martapura Barat, Rabu (28/10/2026) siang. Selanjutnya, bantuan diterima Kasi Trantib Kecamatan Martapura Barat, Sufyan, untuk didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi mi instan, air mineral, gula, kecap, susu kaleng, minyak goreng, saus, sarung pria dan wanita, selimut, serta terpal.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat setelah rumah dan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan akibat hujan yang disertai angin kencang.
Yanrinaldo mengatakan, pemerintah daerah turut prihatin atas musibah yang menimpa warga di Kecamatan Martapura Barat. Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu meringankan beban masyarakat terdampak.
“Pemerintah daerah turut prihatin atas musibah yang menimpa warga di Kecamatan Martapura Barat. Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan yang disertai angin kencang karena dapat merusak bangunan dan membahayakan keselamatan.
Sementara itu, Sufyan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada warga terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banjar atas perhatian dan bantuan yang telah disalurkan bagi warga terdampak angin kencang. Bantuan ini sudah diterima di kantor kecamatan dan akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan setelah kejadian.
Berdasarkan data sementara, angin kencang tersebut berdampak pada empat desa, yakni Sungai Batang Ilir, Sungai Rangas Ulu, Penggalaman, dan Sungai Rangas Hambuku. Selain merusak rumah warga, kejadian itu juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk bangunan madrasah, sekolah, dan lumbung padi.
Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.