TERAS7.COM – Baru-baru ini, dua pasien Covid-19 asal Kecamatan Wanaraya Kabupaten Barito Kuala (Batola) dinyatakan sembuh, dan diperbolehkan pulang, dengan catatan, akan melanjutkan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, untuk menjaga kesehatan.
Btl-01, satu dari pasien yang dinyatakan sembuh itu mengaku stres dan terpukul ketika waktu itu, ia dinyatakan positif Covid-19.
Laki-laki berusia 48 tahun ini pun menceritakan pengalamannya yang sempat semalaman tak bisa tidur setelah mengetahui penyakit yang menimpanya.
“Betapa waktu itu, saya sangat terpukul, apalagi banyak rekan-rekan saya yang menelepon dan bertanya tentang kebenaran bahwa saya telah terjangkit virus Covid-19,” ucapnya.

Yang lebih dikhawatirkan oleh warga asal Desa Roham Raya ini, bahwa ternyata Covid-19 termasuk jenis penyakit berbahaya yang disebabkan oleh virus baru.
“Tak terbayangkan, kalau saya menjadi orang pertama di Kabupaten Barito Kuala yang menjadi pasien Covid-19,” tuturnya.
Sebelum menjadi pasien Covid-19, laki-laki berjenggot ini dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pantauan), karena menjadi salah seorang peserta yang mengikuti acara Ijtima Ulama Dunia 2020 Zona Asia, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Karena berstatus ODP, maka pihak dari Puskesmas Wanaraya pun melakukan rapid test dan swab tenggorokan kepadanya, meski waktu itu, ia tidak mengeluhkan gejala sakit apa-apa. Termasuk tidak mengalami gangguan tenggorokan, pernafasan, batuk, dan flu.
“Saya sangat terkejut, setelah diperolah hasil test yang menyatakan saya positif Covid-19. Apalagi saya benar-benar tidak mengetahui pasti, asal muasal terjadinya penularan, mengingat saat berada di Gowa hanya berkumpul bersama rombongan satu kabupaten,” timpalnya.
Meski awalnya tanpa gejala apa-apa, lanjut Btl-01, tapi lama-lama ia mengakui mulai merasa meriang, diare, dan tidak ada selera makan.
“Akhirnya diputuskan, saya dibawa ke RSUD Abdul Aziz Marabahan. Dan kurang lebih 17 hari dirawat secara berangsur-angsur ternyata membaik hingga dinyatakan pulih dan diperbolehkan pulang,” sebutnya.
Kesembuhan pasien dengan inisial Btl-01 ini, diperkuat dengan hasil tes swab pertama (Senin 20 April 2020) menyatakan negatif, dan hasil tes swab kedua (Kamis 23 April 2020) yang juga menyatakan negatif.

Atas kesembuhannya ini, Btl-01 mengaku bersyukur kepada Allah SWT. Ia pun tak lupa mengucapkan terima, atas pelayanan maksimal yang diberikan pihak RSUD Abdul Aziz Marabahan.
“Saya sampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah atas langkah dan kebijakan sehingga tersedianya sarana dan pelayanan yang maksimal. Saya merasa sangat bersyukur dan bangga atas pelayanan yang diberikan. Semua petugas baik dokter, perawat, para staf dan lainnya yang sangat respon serta ramah dalam memberikan pelayanan, sehingga sangat membantu terhadap proses penyembuhan saya,” tuturnya.
Meski begitu, Btl-01 juga menyampaikan harapan, terutama petugas medis untuk lebih intens melakukan pemantuan. Mengingat pasien-pasien yang baru kebanyakan secara mental belum siap sehingga membutuhkan banyak semangat dan motivasi.
Sementara terhadap para pasien yang mengalami penderitaan yang sama, Btl-01 mengharapkan, untuk tetap semangat serta tekad kuat dalam melawan wabah Corona serta menyatakan jenis penyakit tersebut bukanlah sesuatu yang menakutkan.
“Mari kita lawan Corona dengan semangat yang kuat, tenang, rileks, dan jangan merasa beban,” ajaknya semberi mengingatkan para pasien juga harus mengikuti anjuran dan arahan pihak rumah sakit serta pemerintah untuk menjaga kebersihan dengan senantiasa mencuci tangan, menggunakan masker, serta mengonsumsi makanan yang bergizi.
Sementata itu, berdasarkan perkembangan pantauan Covid19 yang disampaikan oleh Jubir Tanggap Darurat Covid-19 Kabupaten Barito Kuala dr Hj Azizah Sriwedari, Tanggal 28 April 2020, masih terdapat ODP 19 orang, PDP 0, Terkonfirmasi Positif (+) 30 orang (Dirawat 28, sembuh 2), OTG 87 orang.
Adapun Data ODP 19 orang tersebut, yakni terdapat di Marabahan 10, Bantuil 1, Mandastana 2, Anjir Pasar 1, Anjir Muara 1, Semangat Dalam/Alalak 1, Jelapat 1, dan Tabunganen 2.
Sedangkan Data OTG 87 orang, terdapat di Rantau Badauh 6, Mandastana 5, Wanaraya 19, Belawang 1, Anjir Pasar 2, Alalak 26, Tabunganen 9, dan Barambai 19.