Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: DPPKB Balangan Andalkan Duta GenRe Sosialisasikan Bahaya Stunting Kepada Masyarakat
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

DPPKB Balangan Andalkan Duta GenRe Sosialisasikan Bahaya Stunting Kepada Masyarakat

Muhammad Fikri
Muhammad Fikri 18 November 2020, 22.46
Share
WhatsApp Image 2020 11 18 at 17.35.07 2
SHARE

TERAS7.COM – Guna pencegahan, penanganan dan menjalankan program Nasional terkait Stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Balangan sosialisasikan Stunting melalui duta Generasi Berencana (GenRe), Rabu (18/11/20).

Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan nutrisi dalam jangka waktu yang lama. Gizi buruk penyebab stunting pada anak ini bisa diakibatkan gizi buruk pada ibu maupun pada anak dalam masa vital tumbuh-kembangnya.

Melalui Duta GenRe, DPPKB Kabupaten Balangan berharap edukasi terhadap remaja-remaja dapat ditingkatkan dengan menyebarkan informasi dan sosialisasi Kesehatan Reproduksi untuk menghindari seks PraNikah, pernikahan dini,serta menghindari bahaya Stunting.

Dikatakan oleh Ernawati selaku Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB) DPPKB Kabupaten Balangan, melalui pendekatan secara sebaya menurutnya lebih efektif dan efisien dilakukan.

“Melalui usia sebaya, biasanya anak muda atau remaja lebih mudah untuk mengatakan permasalahannya, sehingga melalui pergaulan dengan remaja yang baik, diharapkan mampu memberikan solusi yang baik pula, tetapi sebaliknya jika memberikan curhatan hati mereka kepada orang yang salah,” kata Ernawati.

Baca juga :

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Cegah Korban Jiwa, BPBD Balangan Petakan Jalur Evakuasi di 6 Desa Rawan Banjir Bandang

Kader PKK Tapin Terima Rumah Layak Huni, Pengabdian di Masyarakat Berbuah Perhatian Pemerintah

Hari Ini pula kami membekali para duta GenRe tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Terkait hal ini dengan Stunting adalah usia pernikahan yang layak bagi reproduksi mereka.

Mereka yang menikah di usia yang telah siap perempuan 21 tahun dan lelaki 25 memiliki potensi kurangnya terkena bahaya Stunting, dan sebaliknya jika kurang dari usia tersebut khususnya perempuan memiliki bahaya stunting yang lebih besar.

Jika menikah dibawah usia 21 tahun bagi perempuan kami anjurkan untuk menunda dulu punya anak dengan gunakan alat kontrasepsi seperti pil atau suntikan, menikah usia dibawah 21 tahun organ tubuh wanita tersebut belum siap untuk dibuahi atau mengandung.

“Kalau pria sendiri kenapa kami menghimbau untuk usia 25, diharapkan sudah memiliki pemikiran yang siap sudah lebih dewasa, dan mampu menghidupi keluarganya sehingga kecukupan khusus gizi pada anak dapat terpenuhi,” cetusnya.

Nantinya melalui duta GenRe mereka akan mensosialisasikan terkait Stunting ini di lingkungan masyarakatnya.

Kami pula menghimbau bagi anak muda yang ingin menikah muda agar bisa mematangkan usianya sehingga semua nya telah siap.

Sementara itu di sampaikan oleh Liha, bahwasanya memang benar kalau teman sebaya lebih berpengaruh dalam sikap dan perilaku remaja.

“Ibaratnya anak rema jauh lebih senang curhat, kepada teman sebayanya, ketimbang orang tua. Karena kalau ke orang tua biasanya mereka takut, atau malu untuk mengungkapkannya,” tutur Liha.

Nantinya melalui duta GenRe dan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) DPPKB Kabupaten Balangan, dapat mengedukasi remaja khususnya tentang bahaya Stunting.

Diharapkan melalui peranan kami semua, mampu mengurangi angka Stunting di Kabupaten Balangan khususnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
IMG 20260828 WA0018
Wali Kota Lisa Murka! UGD Puskesmas Sungai Ulin Diduga Kosong saat Pasien Kritis Butuh Pertolongan
28 Agustus 2026, 11.11
IMG 20260828 WA0022 e1787888367224
Tak Peduli Asal Domisili, Lisa Halaby Tegaskan Pasien Kritis Wajib Ditolong: Nyawa Harus Diselamatkan!
28 Agustus 2026, 11.40
WhatsApp Image 2026 08 27 at 15.50.49 2
Andi Irmayani Tekankan Pentingnya Adab ke Siswa Sekolah Rakyat Tanah Bumbu
29 Agustus 2026, 09.32
IMG 20260825 WA0002
3 Titik Kebakaran Lahan Terjadi di Tanah Bumbu dalam Sehari, 10 Hektare Terdampak
29 Agustus 2026, 09.49

You Might Also Like

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Cegah Korban Jiwa, BPBD Balangan Petakan Jalur Evakuasi di 6 Desa Rawan Banjir Bandang

Kader PKK Tapin Terima Rumah Layak Huni, Pengabdian di Masyarakat Berbuah Perhatian Pemerintah

Andi Rudi Latif Dorong Produk Unggulan Tanah Bumbu Berdaya Saing Global

Ketua I TP PKK Tapin Siapkan Langkah Lanjutan Usai Sosialisasi Bela Negara

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?