Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Kabupaten Banjar Belum Lirik Potensi Daun Kering Pohon Ketapang
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Kabupaten Banjar Belum Lirik Potensi Daun Kering Pohon Ketapang

Rizki Saputera
Rizki Saputera 31 Agustus 2019, 13.23
Share
WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.33.59 1
Daun kering ketapang yang sekarang ini dianggap sampah ternyata punya potensi ekonomi
SHARE

TERAS7.COM – Selama ini, Pohon Ketapang yang berbentuk seperti payung, berdaun lebar dan tumbuh secara alami tumbuh di bantaran-bantaran sungai atau di pinggir jalan.

Siapa sangka ternyata pohon ketapang yang selama ini hanya menjadi pohon peneduh nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Daun kering ketapang yang selama ini hanya menjadi sampah belaka ternyata laku di luar negeri dengan harga 1 juta rupiah perkilogramnya.

Daun kering ketapang ini menjadi bahan pembuatan obat, mewarnai ikan cupang dan menjadi bahan untuk kosmetik di Negara jepang.

WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.33.58
Selama ini pohon ketapang hanya menjadi pohon peneduh di pinggir jalan

Salah satu warga Martapura, Andre (32) mengatakan tidak mengetahui daun kering ketapang yang selama ini menjadi sampah ternyata bernilai.

Baca juga :

Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona

Transaksi Digital di Kabupaten Banjar Belum Merata, Kebiasaan Tunai di Desa Jadi Tantangan

Efek Efisiensi Anggaran, Bantuan Pertanian di Balangan Disesuaikan

“Saya tak tahu kalau daunnya yang kering ternyata berguna. Kalau benalu yang tumbuh di pohon ketapang saya tahu karena banyak dicari sebagai bahan obat kanker, tapi kalau daun ketapang baru ini mendengar,” ujarnya.

Potensi daun kering ketapang ini pun tambah warga Jalan Menteri Empat Karangan Putih RT 32 Kelurahan Keraton ini dapat dimanfaatkan untuk menambah pendapatan masyarakat.

WhatsApp Image 2019 08 31 at 14.34.02
Andre (32) warga Karangan Putih RT 32 Kelurahan Keraton, Martapura tak menyangka daun kering ketapang bernilai ekonomi tinggi

“Bagus kalau dikembangkan, tapi kita tak tahu kemana menjual dan belum ada pengepulnya. Padahal di sini saja hampir setiap hari bisa dikumpulkan 1 drum daun kering. Kalau ada pengepulnya kan kita bisa mengerahkan masyarakat sebagai pemasukan tambahan bagi keluarga, ini seharusnya jadi perhatian pemerintah,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Disnakbun) Kabupaten Banjar, Dondit Bekti mengungkapkan potensi daun kering ketapang tidak bisa digali.

“Dalam pertemuan terakhir di Kementerian Pertanian, ada 4 komoditi yang dikembangkan di Kabupaten Banjar, yaitu karet, kelapa dalam, kelapa sawit dan kopi. Kebetulan ketapang tidak masuk zona yang dikembangkan, jadi pengembangan daun ketapang tak bisa maksimal,” terangnya.

WhatsApp Image 2019 05 14 at 07.23.23
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Banjar, Dondit Bekti

Hal ini lanjut Dondit Bekti karena pemerintah pusat sudah membagi setiap daerah dengan masing-masing cluster komoditas yang harus dikembangkan.

“Kalau kita mencoba mengembangkan yang diluar zona kita tidak akan direspon oleh pemerintah pusat walaupun komoditas itu punya potensi ekonomi yang tinggi. Tapi kalau ada kelompok atau swasta yang melakukan pengembangan, kami coba fasilitasi tapi kami tak berani mengusulkan proposal ke pusat,” jelasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
12 Reviews 12 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona

Transaksi Digital di Kabupaten Banjar Belum Merata, Kebiasaan Tunai di Desa Jadi Tantangan

Efek Efisiensi Anggaran, Bantuan Pertanian di Balangan Disesuaikan

MTQ XIX Balangan Jadi Berkah bagi Pelaku UMKM

Disdag Kalsel Pantau Harga Bahan Pokok: Cabai Rawit Tembus Rp180 Ribu, Ayam Capai Rp50 Ribu

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?