TERAS7.COM – Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) mendorong upaya penanganan pasca banjir yang melanda Kalimantan Selatan beberapa waktu lalu. Kamis (11/03/2021).
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong menyebutkan setidaknya ada sebanyak lima aspek yang hendaknya diterapkan untuk upaya penanganan pasca banjir.
“Pertama, regulasi termasuk tata ruang. Kedua, teknis atau engineering, termasuk bendungan dan Konservasi tanah dan air. Ketiga, vegetatif, artinya kita harus melakukan penanaman di daerah kritis,” ujarnya.
Lanjut Alue Dohong, sisanya adalah penegakan hukum dan aspek sosial. Menurutnya edukasi, komunikasi, dan sosialisasi itu sangat penting.
“Aspek-aspek tadi kita detailkan kegiatannya, anggarannya, sampai jangka waktu. Makanya, ada jangka pendek, menengah dan jangka panjang,” terangnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Kalsel, Safrizal ZA mengatakan mengenai pemulihan lingkungan pascabanjir, ia menyebut perlu adanya program jangka panjang.
Namun, Safrizal juga mengatakan jika memungkinkan, program jangka panjang tadi akan diupayakan menjadi menengah dan pendek.
“Perlu konsentrasi beberapa anggaran sekaligus untuk dilakukan secara paralel,” ujarnya.
Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri ini juga menyampaikan harapan untuk meminimalisasi bencana banjir ke depannya.
Selain soal regulasi, Pj Gubernur Kalsel kelahiran Aceh ini juga menyampaikan bahwa perlu adanya dukungan pembuatan bendungan guna mengantisipasi musibah banjir.
“Beberapa wilayab minta bendungan, termasuk di Balangan. Kami terus memperjuangkannya. Mohon dukungan Pak Wamen LHK. Mohon juga dukungan terkait bendungan Riam Kiwa dan Pancur Hanau, ” tandasnya.