TERAS7.COM – Komitmen mewujudkan pembangunan desa yang adil dan merangkul seluruh lapisan masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Banjar bersama Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Banjar melalui peluncuran Desa Inklusi Bi’ih bertajuk “Setara dan Berdaya”. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Serbaguna Desa Bi’ih, Kecamatan Karang Intan, Rabu (21/1/2026) pagi.
Peluncuran Desa Inklusi tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar H Yudi Andrea, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Hafizh Anshari, Camat Karang Intan Pusaro Riyanto, Pambakal Desa Bi’ih H Yusup Halisi, perwakilan Kementerian Sosial RI, Baznas Kabupaten Banjar, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi perempuan, serta tamu undangan lainnya.
Mewakili Bupati Banjar, Sekda Yudi Andrea menegaskan bahwa pembentukan Desa Inklusi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis dalam mengubah paradigma pembangunan desa agar lebih partisipatif dan berkeadilan.
Menurutnya, konsep Desa Inklusi menempatkan seluruh warga sebagai pelaku pembangunan, termasuk perempuan, anak, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya. “Pembangunan desa harus memastikan tidak ada warga yang tertinggal dan terpinggirkan,” tegasnya.
Yudi menambahkan, Desa Inklusi selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya prinsip No One Left Behind. Pemerintah desa diminta memastikan data kelompok rentan akurat, melibatkan mereka dalam musyawarah desa, serta mengintegrasikan kebutuhan mereka dalam perencanaan dan penganggaran.
Ia juga mengapresiasi peran ‘Aisyiyah sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan sosial yang inklusif. Kolaborasi lintas sektor, lanjutnya, menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Desa Bi’ih ditetapkan sebagai desa percontohan. Ke depan, kami berharap konsep Desa Inklusi dapat direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah sekaligus Koordinator Program Inklusi ‘Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah, menjelaskan bahwa Program Inklusi ‘Aisyiyah bertujuan memastikan pembangunan desa dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga, termasuk kelompok marjinal dan penyandang disabilitas.
Ia menyebut Desa Bi’ih dipilih sebagai desa lokus karena telah memiliki regulasi berupa Peraturan Desa tentang Desa Inklusi serta kelompok pendamping bagi penyandang disabilitas. Desa tersebut diharapkan mampu menjadi model dan inspirasi bagi desa lain, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Selain Desa Bi’ih, sejumlah desa lain di Kabupaten Banjar juga menjadi lokasi pengembangan program inklusi, di antaranya Desa Abirau di Kecamatan Karang Intan, Kelampayan Ilir dan Munggu Raya di Kecamatan Astambul, Handil Purai dan Pindahan Baru di Kecamatan Beruntung Baru, serta Sungai Alang dan Sungai Besar.
Melalui peluncuran Desa Inklusi Bi’ih, diharapkan terwujud pembangunan desa yang ramah disabilitas, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh tanpa terkecuali.