Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Tagihan Listrik Membengkak Saat Pandemi Covid-19, Ini Jawaban PLN Martapura
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tagihan Listrik Membengkak Saat Pandemi Covid-19, Ini Jawaban PLN Martapura

Rizki Saputera
Rizki Saputera 15 Juni 2020, 15.59
Share
WhatsApp Image 2020 06 15 at 13.04.14
SHARE

TERAS7.COM – Presiden Joko Widodo pada akhir Maret 2020 yang lalu telah menggratiskan pembayaran listrik bagi masyarakat kurang mampu untuk menekan dampak ekonomi pandemi virus corona.

Pembebasan biaya listrik berlaku untuk pengguna daya 450 VA dan diskon 50 persen bagi pengguna daya 900 VA, berlaku selama 3 bulan, yakni April, Mei dan Juni 2020.

Namun di sisi lain cukup banyak pelanggan listrik berkatagori mampu yang mengeluhkan membengkaknya biaya tagihan selama pandemi Covid-19.

Pasalnya tagihan listrik mereka naik dari biasa, bahkan bisa naik melebihi dari 100 persen biaya tagihan pada bulan-bulan biasanya.

Salah satunya adalah Fian, Warga Martapura yang mengungkapkan tagihan listriknya naik 150 persen dari biasanya.

Baca juga :

Usai Sukses Amankan Kelistrikan Natal, Dirut PLN Kembali Pimpin Siaga Pergantian Tahun

Selama Lebaran 2024, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman dan Andal

Layanan Mudik Lebaran Gratis dari PLN-BUMN Dibuka, Simak Cara Daftar dan Tahapannya

“Sebelum pandemi, kami biasanya bayar listrik rata-rata sebesar 100 ribu rupiah setiap bulan. Tapi ketika pandemi, justru pembayaran naik menjadi 150 ribu rupiah. Kaget juga kami sekeluarga,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Manajer PLN Martapura, Deddy Noviyusa mengungkapkan naiknya tagihan lonjakan listrik tersebut terjadi karena beberapa hal.

“Berbeda dengan opini yang tersebar di masyarakat, lonjakan tagihan listrik itu bukan karena kenakan tarif, karena sejak 2017 tak ada kenaikan tarif listrik yang ditetapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

PLN lanjut Deddy juga tak melakukan subsidi silang, karena hal tersebut tak mungkin dilaksanakan karena tak sesuai regulasi yang berlaku.

“Lonjakan tersebut terjadi di bulan Juni ini karena sejak ditetapkan tanggap bencana nasional, petugas pencatatan meter kami instruksikan tidak melakukan pencatatan. Jadi tagihan pada bulan April dan Mei kami catat dengan mekanisme perhitungan rata-rata dari bulan sebelumnya mulai dari bulan Desember 2019 hingga Februari 2020. Kemudian untuk pencatatan akhir Mei yang menjadi acuan pada bulan Juni, petugas kami kembali melakukan pencatatan dan akhirnya diperoleh angka riil jumlah pemakaian sebenarnya. Ternyata terjadi lonjakan karena tak sesuai, ada selisih antara perhitungan rata-rata dan angka riil. Sehingga biaya tagihan naik,” cerita Deddy.

Tagihan tersebut naik terjadi karena durasi pemakaian rumah tangga yang meningkat saat Work From Home (WFH) selama masa tanggap darurat dan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB).

“Ditambah saat bulan puasa, yang pasti rutin tiap tahun pemakaian pasti naik. Karena itu perhitungan rata-rata tersebut tak akurat, maknya tagihan tersebut kami akumulasikan dengan angka riil,” kata Deddy.

Bagi masyarakat yang terdampak tagihan listrik yang naik, PLN memberikan solusi untuk pembayaran tagihan yang melonjak.

“Untuk pelanggan yang naik pada bulan Juni bisa hanya menbayar 60 persen saja, sisanya dibayarkan di 3 bulan yang akan datang. Di Martapura hanya ada 7 persen pelanggan yang tagihan listriknya naik lebih dari 20 persen,” terangnya.

Untuk mengklaim skema tersebut, pelanggan dapat mendatangi kantor PLN Martapura atau bisa menghubungi hotline PLN pada nomor Whatsapp (08115187043) untuk mendapatkan penjelasan dan informasi lebih lanjut.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19
BJB05940 1536x1156 1 e1791531180748
Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona
9 Oktober 2026, 15.34

You Might Also Like

Usai Sukses Amankan Kelistrikan Natal, Dirut PLN Kembali Pimpin Siaga Pergantian Tahun

Selama Lebaran 2024, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman dan Andal

Layanan Mudik Lebaran Gratis dari PLN-BUMN Dibuka, Simak Cara Daftar dan Tahapannya

Kerjasama dengan Media Pers se-Kalselteng, PLN: Semoga Jadi Simbiosis Mutualisme

Permudah Pembuatan Akta Kelahiran, Disdukcapil Balangan Hadirkan Inovasi Baru

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?