Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Tersumbat Sampah Dan Semak Belukar, Warga Minta Kalimati Dibersihkan
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Tersumbat Sampah Dan Semak Belukar, Warga Minta Kalimati Dibersihkan

Rizki Saputera
Rizki Saputera 26 Juni 2021, 13.20
Share
Kalimati yang merupakan bagian dari anak sungai Martapura ini dulunya merupakan sungai yang cukup lebar
SHARE

TERAS7.COM – Anak Sungai Martapura yang berada di kawasan belakang Pasar Martapura, atau yang lebih dikenal warga sekitar dengan sebutan Kalimati didapati tumpukan sampah.

Pada Kalimati terlihat banyak tumpukan sampah yang mengendap dan bahkan ditumbuhi semak belukar, sehingga menyumbat aliran sungai.

Kalimati yang ada di belakang Pasar Martapura ini tersumbat tumpukan sampah dan ditumbuhi semak belukar

Sufian, Warga RT 4, Kelurahan Murung Keraton mengakui tersumbatnya aliran Kalimati dikarenakan ada sebagian warga yang masih saja membuang sampah ke sungai tersebut, selain sumbangan sampah dari limbah pasar yang hanyut terbawa arus saat hujan.

“Sebenarnya, untuk RT4, 5, dan RT6, sudah memiliki petugas kebersihan yang kerap memungut sampah dari rumah warga dengan membayar iuran satu kali dalam seminggu. Tapi, untuk RT lainnya belum memiliki petugas kebersihan,” ujarnya.

Menurut Sufian, sekitar 2 tahun lalu instansi terkait sudah melakukan pembersihan sampah di Kalimati.

Bahkan, warga setempat pun kerap begotong-royong membersihkan sampah di sungai tersebut.

“Namun sampah yang dibersihkan tidak diangkat, tetapi dihanyutkan ke muara Sungai Martapura. Untuk itu, kami pun berharap agar pemerintah setempat dapat menanggulangi permasalahan ini, dan menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.

Sufian mengingatkan jika kondisi Kalimati sudah bersih dan bebas sampah, tentunya aliran sungai pun dapat berjalan lancar, dan tidak lagi menimbulkan bau tak sedap.

“Kawasan Kelurahan Murung Keraton dan pasar ini kan rawan terjadi kebakaran. Kalau kondisinya air sungainya bersih dari sampah, tentunya ketika terjadi musibah kebakaran maka petugas Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tak kesulitan mencari titik air, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” ucapnya.

Menanggapi perihal tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Pertamanan dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, Achmad Norsailah memastikan pihaknya dalam waktu dekat segera menggelar kerja bakti membersihkan endapan sampah di Kalimati tersebut.

“Insya Allah dalam waktu dekat kita kerja bakti, sekaligus mengelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya di Kalimati. Kita akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Murung Keraton. Kalau bisa sampah sudah terpilah dari rumah, seperti memisahkan sampah basah dan kering,” ujarnya.

Achmad Norsailah memastikan pihaknya akan menekankan pada pihak kelurahan/desa agar lebih gencar melakukan penanganan sampah di wilayahnya masing-masing.

“Mudah-mudahan, setelah dilakukan pembersihan di Kalimati tidak ada lagi masyarakat dan pedagang yang membuang sampah ke area sungai. Sampah di Kalimati ini kan hanyutnya ke Sungai Martapura, sedangkan masyarakat di bantaran sungai masih banyak yang memanfaatkan air Sungai Martapura. Sehingga adanya sampah ini sangat dikhawatirkan menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan lain sebagainya, akibat airnya terkontaminasi limbah sampah,” ucapnya.

Achmad Norsailah mengakui, untuk kawasan Kelurahan Murung Keraton masih belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS), namun sebagai upaya mendukung penanggulangan sampah di kawasan tersebut, DLH sudah memfasilitasi angkutan sampah yang dikelola secara swadaya masyarakat.

“TPS yang paling dekat kan berada di Kompas Kelurahan Jawa, sehingga mereka kita fasilitasi dengan angkutan dua unit motor Tossa roda 3. Mungkin, pelayanannya yang masih terbatas, sehingga hanya RT4, 5, dan RT6 yang terakomodir. Nanti, kita koordinasikan dengan kelurahan, agar dapat mengakomodir semua RT,” tuturnya.

Menurut Achmad, di masa kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur–Said Idrus penanggulangan sampah benar-benar serius dilakukan Pemkab Banjar dengan menargetkan membangun sebanyak 100 unit TPS.

“Kita pun selalu melakukan kegiatan kerja bhakti untuk membersihkan timbunan sampah, termasuk menindaklanjuti laporan adanya sampah dari masyarakat,” pungkasnya.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19
Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?