TERAS7.COM – Anak Sungai Martapura yang berada di kawasan belakang Pasar Martapura, atau yang lebih dikenal warga sekitar dengan sebutan Kalimati didapati tumpukan sampah.
Pada Kalimati terlihat banyak tumpukan sampah yang mengendap dan bahkan ditumbuhi semak belukar, sehingga menyumbat aliran sungai.

Sufian, Warga RT 4, Kelurahan Murung Keraton mengakui tersumbatnya aliran Kalimati dikarenakan ada sebagian warga yang masih saja membuang sampah ke sungai tersebut, selain sumbangan sampah dari limbah pasar yang hanyut terbawa arus saat hujan.
“Sebenarnya, untuk RT4, 5, dan RT6, sudah memiliki petugas kebersihan yang kerap memungut sampah dari rumah warga dengan membayar iuran satu kali dalam seminggu. Tapi, untuk RT lainnya belum memiliki petugas kebersihan,” ujarnya.
Menurut Sufian, sekitar 2 tahun lalu instansi terkait sudah melakukan pembersihan sampah di Kalimati.
Bahkan, warga setempat pun kerap begotong-royong membersihkan sampah di sungai tersebut.
“Namun sampah yang dibersihkan tidak diangkat, tetapi dihanyutkan ke muara Sungai Martapura. Untuk itu, kami pun berharap agar pemerintah setempat dapat menanggulangi permasalahan ini, dan menyadarkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” harapnya.
Sufian mengingatkan jika kondisi Kalimati sudah bersih dan bebas sampah, tentunya aliran sungai pun dapat berjalan lancar, dan tidak lagi menimbulkan bau tak sedap.
“Kawasan Kelurahan Murung Keraton dan pasar ini kan rawan terjadi kebakaran. Kalau kondisinya air sungainya bersih dari sampah, tentunya ketika terjadi musibah kebakaran maka petugas Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) tak kesulitan mencari titik air, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” ucapnya.
Menanggapi perihal tersebut Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah Pertamanan dan Limbah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, Achmad Norsailah memastikan pihaknya dalam waktu dekat segera menggelar kerja bakti membersihkan endapan sampah di Kalimati tersebut.
“Insya Allah dalam waktu dekat kita kerja bakti, sekaligus mengelar sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, khususnya di Kalimati. Kita akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Murung Keraton. Kalau bisa sampah sudah terpilah dari rumah, seperti memisahkan sampah basah dan kering,” ujarnya.
Achmad Norsailah memastikan pihaknya akan menekankan pada pihak kelurahan/desa agar lebih gencar melakukan penanganan sampah di wilayahnya masing-masing.
“Mudah-mudahan, setelah dilakukan pembersihan di Kalimati tidak ada lagi masyarakat dan pedagang yang membuang sampah ke area sungai. Sampah di Kalimati ini kan hanyutnya ke Sungai Martapura, sedangkan masyarakat di bantaran sungai masih banyak yang memanfaatkan air Sungai Martapura. Sehingga adanya sampah ini sangat dikhawatirkan menimbulkan berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit dan lain sebagainya, akibat airnya terkontaminasi limbah sampah,” ucapnya.
Achmad Norsailah mengakui, untuk kawasan Kelurahan Murung Keraton masih belum memiliki Tempat Pembuangan Sampah (TPS), namun sebagai upaya mendukung penanggulangan sampah di kawasan tersebut, DLH sudah memfasilitasi angkutan sampah yang dikelola secara swadaya masyarakat.
“TPS yang paling dekat kan berada di Kompas Kelurahan Jawa, sehingga mereka kita fasilitasi dengan angkutan dua unit motor Tossa roda 3. Mungkin, pelayanannya yang masih terbatas, sehingga hanya RT4, 5, dan RT6 yang terakomodir. Nanti, kita koordinasikan dengan kelurahan, agar dapat mengakomodir semua RT,” tuturnya.
Menurut Achmad, di masa kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur–Said Idrus penanggulangan sampah benar-benar serius dilakukan Pemkab Banjar dengan menargetkan membangun sebanyak 100 unit TPS.
“Kita pun selalu melakukan kegiatan kerja bhakti untuk membersihkan timbunan sampah, termasuk menindaklanjuti laporan adanya sampah dari masyarakat,” pungkasnya.