TERAS7.COM – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, untuk mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kalimantan Selatan (Kalsel).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Jakarta, Sabtu (24/10/2026). Program pengembangan KNMP ini direncanakan mencakup 44 titik yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Kalsel, dengan waktu pelaksanaan sekitar dua bulan pada tahun anggaran 2026.
Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mengembangkan kawasan nelayan sekaligus memperkuat sektor perikanan. Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan mendukung pelaksanaan program melalui kontribusi keilmuan, keahlian, dan pendampingan sesuai bidang masing-masing.
Dalam agenda penandatanganan tersebut, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Humas, dan Sistem Informasi ULM hadir mewakili FPIK ULM. Kehadiran itu dilakukan karena Dekan FPIK ULM berhalangan hadir akibat musibah keluarga.
KKP RI sebelumnya mengundang 86 perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah Indonesia untuk terlibat dalam kerja sama pengembangan KNMP. Kolaborasi ini bertujuan menghubungkan kapasitas akademik perguruan tinggi dengan kebutuhan pengembangan kawasan nelayan.
Bagi Kalimantan Selatan, keterlibatan FPIK ULM sejalan dengan kompetensi akademik di bidang perikanan dan kelautan. Melalui kerja sama ini, ULM diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung pengembangan kawasan nelayan di puluhan lokasi yang telah direncanakan.
Adapun rincian bentuk pendampingan teknis, pembagian tugas, serta target capaian FPIK ULM di setiap lokasi belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Sinergi ULM dan KKP RI diharapkan mendukung pelaksanaan pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih di Kalimantan Selatan agar berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat nelayan.