Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Vaksin Sinovac Dianggap Tak Bersertifikasi WHO, Ini Tanggapan Kadinkes Banjar
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Vaksin Sinovac Dianggap Tak Bersertifikasi WHO, Ini Tanggapan Kadinkes Banjar

Rizki Saputera
Rizki Saputera 14 April 2021, 15.38
Share
Kondisi terakhir sebaran kasus Covid 19 di Kabupaten Banjar pada 14 April 2021
Kondisi terakhir sebaran kasus Covid-19 di Kabupaten Banjar pada 14 April 2021
SHARE

TERAS7.COM – Masyarakat beberapa waktu belakangan diresahkan dengan isu pemerintah Arab Saudi melarang jema’ah haji dan umrah asal Indonesia yang menerima vaksin sinovac dikarenakan kabarnya belum tersertifikasi oleh World Health Organization (WHO).

Terkait hal ini pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI dan Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) RI telah memberikan klarifikasi bahwa vaksin sinovac telah masuk pendaftaran untuk masuk dalam WHO Emergency Use Listing (EUL) atau Daftar Penggunaan Darurat WHO.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin saat di temui di ruang kerja pada hari Rabu (14/4/2021).

Screenshot 20210414 1535502
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. Diauddin

Diauddin mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkannya, lisensi vaksin sinovac masih dalam tahap registrasi untuk masuk di WHO, hanya tinggal menunggu hasil terferivikasi dan resmi terdaftar di WHO Emergency Use Listing (EUL) atau Daftar Penggunaan Darurat WHO.

“Bukan tidak tersertifikasi, tapi masih dalam tahap registrasi berkas vaksin sinovac agar terdaftar di WHO,”jelasnya.

Diauddin menambahkan, vaksin yang saat ini telah tersertifikasi oleh WHO yaitu Pfizer, Moderna, dan Astrazaneca yang telah lulus uji lisensi dari WHO, sementara Sinovac masih menunggu proses uji lisensi dari WHO.

“Kita tunggu saja sampai nanti lisensi sertifikasi dari WHO keluar sehingga permasalahan yang terjadi bisa terselesaikan,” tambahnya.

Terkait efektifitas vaksin produksi Sinovac, Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Banjar ini memastikan vaksin ini bisa diandalkan.

Diauddin menyebut ia sempat dinyatakan positif Covid-19 beberapa waktu yang lalu setelah mendapatkan vaksin, namun tak ada gejala parah yang ia dapatkan.

Ia mengaku sempat merasakan turunnya daya penciuman selama beberapa hari selama ia menjalani isolasi mandiri, namun tak ada gejala parah, terlebih ia mengaku memiliki penyakit penyerta yang bisa beresiko jika terjangkit Covid-19.

“Kita sudah sampaikan bahwa kalau di vaksin bukan berarti kebal, tapi masih bisa tertular. Akan tetapi tidak akan menimbulkan gejala berat, karena tubuh yang di vaksin sudah mengenali Covid-19, berbeda dengan mereka yang belum di vaksin yang mana imun tubuhnya belum mengenal Covid-19,” terangnya.

Bahkan rata-rata mereka yang beresiko tinggi dan belum di vaksin saat terjangkit Covid-19 pun bisa mendapatkan resiko walaupun telah dinyatakan sembuh, yakni badai sitokin yang kerap kali menjadi penyebab kematian.

Karena itu vaksinasi penting ujar Diauddin, karena vaksin adalah cara buatan untuk menghentikan pandemi Covid-19 secara aman dengan Herd Immunity (Kekebalan Kelompok), selain dengan cara penularan Covid-19 secara alami yang beresiko dengan tingkat kematian yang cukup tinggi.

Sementara itu kondisi Zona Covid 19 di Kabupaten Banjar hingga saat ini ada 11 Kecamatan yang berada di Zona Merah, 2 Zona Orange, dan 7 Zona Hijau.

Jumlah yang dinyatakan terkonfirmasi positif dan menjalani perawatan hingga saat ini berjumlah 440 orang dari 2279 kasus per 14 April 2021.

Jumlah yang meninggal dunia akibat terjangkit Covid-19 sendiri meningkat dalam beberapa pekan ke depan, yakni menjadi 83 orang, dan yang dinyatakan sembuh berjumlah 1756 orang.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
IMG 20260924 WA0041 scaled e1790248419389
Pencarian Hari ke-12 KM Virgo Transport 8: Tim Penyelam Kembali Temukan 14 Korban, Total 150 Orang Ditemukan
24 September 2026, 19.15
Screenshot 2026 09 23 092554
Tingkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan, Tiga Dosen ULM Turun ke Angsana
24 September 2026, 16.19
BJB05940 1536x1156 1 e1791531180748
Pasar Murah Bersubsidi Banjarbaru Tuntas di 5 Kelurahan, Gas 3 Kg Jadi Primadona
9 Oktober 2026, 15.34
Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?