Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: DPPKBP3A Batola Dukung Ciptakan Generasi Baik Dari Orang Tua Sadar Pola Asuh Anak
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

DPPKBP3A Batola Dukung Ciptakan Generasi Baik Dari Orang Tua Sadar Pola Asuh Anak

Teras 7 Official
Teras 7 Official 30 Oktober 2024, 21.23
Share
Screenshot 2024 1030 211644
Pemkab Barito Kuala melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Selasa (29/10), menggelar sosialisasi menjadi orang tua yang sadar emosi dengan pola asuh anak tanpa beban masa lalu, di Aula Selidah Marabahan. (Foto : Diskominfo Batola)
SHARE

TERAS7.COM – Pemkab Barito Kuala melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), Selasa (29/10), menggelar sosialisasi menjadi orang tua yang sadar emosi dengan pola asuh anak tanpa beban masa lalu, di Aula Selidah Marabahan.

Kepala Bidang PPA Lisa Herawaty katakan harapannya melalui sosialisasi yang dilaksanakan agar bisa membantu para orang tua khususnya para Ibu untuk melupakan masa lalu yang mungkin pernah dialami sehingga turut menciptakan generasi yang lebih baik.

“Kita angkat isu pola asuh, karena banyak keluarga yang melakukan pola asuh turun temurun dari generasi sebelumnya dan tanpa kita sadari kadang ada trauma di masa lalu yang ikut dalam pengasuhan. Tanpa disadari kita adalah pelaku utama kerusakan mental dan psikis bagi anak-anak kita,” pungkasnya.

Lisa juga ingatkan bahwa kekerasan verbal lebih menyakitkan, hal itupun juga berpengaruh pada banyaknya kenakalan remaja. Menurutnya perilaku anak tidak terlepas dari hubungan antara orang tua dan anak. Apalagi dalam bermedia sosial ujarnya, para orang tua harus menekankan pada anak batasan dalam bermedia.

Disebutkannya pula bahwa pendidikan merupakan salah satu dari 31 hak anak yang tercantum dalam Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002. “Pendidikan itu kewajiban dari orang tua. Kita harus paham bahwa tidak ada anak yang terlahir nakal dan bermasalah, semua itu adalah dampak lingkungan dari orang tuanya, sehingga juga sangat penting memberikan proses pendidikan yang baik untuk anak,” sebutnya.

Baca juga :

Tinjau Penanganan Karhutla, Ketua DPRD Sempat Lakukan Pemadaman

Bahrul Ilmi Sampaikan APBD 2027 Rp16 T Lebih

APBD Perubahan 2026 Batola Turun 18,30 Persen

Sosialisasi yang diikuti oleh organisasi perempuan di Barito Kuala dari TP PKK Kabupaten, Ketua DWP, pengurus Bhayangkari, Persit dan Gatriwara menghadirkan Rimalia Karim seorang praktisi parenting keluarga.

Rimalia Karim paparkan bahwa perkembangan emosional dan sosial pada orang tua yang bahagia maka lebih mungkin terlibat secara positif dalam pendidikan anak mereka, sehingga menyediakan dukungan emosional dan intelektual yang dibutuhkan anak untuk sukses di sekolah.

“Penelitian menunjukan bahwa anak dari orang tua yang bahagia cenderung memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang lebih rendah serta memiliki keterampilan sosial yang lebih baik. Studi juga menunjukan anak yang tidak mendapat cinta, perhatian dan kasih sayang mengalami gangguan pertumbuhan otak dan mudah mengalami stress, depresi, sulit menyesuaikan diri dan cenderung menunjukan perilaku anti sosial,” paparnya.

Sosialisasi diakhiri dengan hipnoterapi yang dipandu olehnya selama kurang lebih 30 menit. Rimalia Karim berharap setelah terapi para peserta dapat merasakan efeknya, dimana berkurangnya beban dan emosi yang terpendam dalam jiwa selama ini.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
1 1
Gercep! Wali Kota Lisa Perintahkan Dinas Segera Perbaiki Lantai Pasar Bauntung: Jangan Nunggu Sepi
5 September 2026, 11.26
IMG 20260903 110832
Pedagang Keluhkan Pasar Bauntung Becek, Lantai Dibongkar Hampir Dua Bulan Belum Diperbaiki
5 September 2026, 11.04
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23

You Might Also Like

Tinjau Penanganan Karhutla, Ketua DPRD Sempat Lakukan Pemadaman

Bahrul Ilmi Sampaikan APBD 2027 Rp16 T Lebih

APBD Perubahan 2026 Batola Turun 18,30 Persen

Ketua DPRD Harapkan Sekda Baru Bisa Lebih Baik Lagi

Selamat Riyanto Dipercaya Isi Jabatan Sekdakab Batola

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?