TERAS7.COM – Kapolres Barito Kuala, AKBP Anib Bastian, S.I.K., M.H., turut hadir dalam kegiatan Panen Raya dan Tanam Padi Serentak bersama Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan secara virtual dan terpusat di Desa Panca Karya, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala.
Agenda nasional ini menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, hingga aparat keamanan dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah interaksi langsung antara Presiden RI dan para petani melalui dialog yang digelar di akhir rangkaian acara.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Kasi Humas Polres Batola, Iptu Marum, Kapolres Batola menyatakan apresiasinya terhadap dukungan lintas sektor dalam kegiatan ini. Turut hadir dalam kesempatan tersebut berbagai pejabat tinggi seperti Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, PLT Dirjen Lahan dan Irigasi Kementan RI Husnain, MP., MSc., Ph.D., serta unsur Forkopimda, TNI, Polri, pejabat Pemprov Kalsel, dan Kementerian Pertanian.
Panen dilakukan di lahan seluas 304 hektare yang menggunakan alat pertanian modern. Selain panen, kegiatan juga diisi dengan tanam padi bersama dan transaksi serap gabah petani oleh Bulog, yang menunjukkan komitmen kuat negara dalam menjamin hasil produksi petani terserap dengan baik.
Sebagai bagian dari penguatan ekosistem pertanian, pemerintah turut menyalurkan sejumlah bantuan seperti traktor, handtractor, rotavator, program cetak sawah, pupuk bersubsidi, serta dukungan pembangunan jalan usaha tani dan sarana pascapanen dari Pemprov Kalimantan Selatan.
Kabupaten Barito Kuala sendiri memiliki kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan daerah, dengan menyumbang sekitar 30% dari total produksi padi Kalimantan Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa Batola memegang peran penting dalam mendukung program nasional kedaulatan pangan.
Panen raya kali ini tak sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum sinergi strategis antara seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan yang berkelanjutan di Indonesia.