TERAS7.COM – PT Kharisma Inti Usaha (KIU), perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, kembali menjalin kemitraan strategis dengan Manggala Agni dalam pelatihan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), (8/7/2025).
Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 80 personel, terdiri dari pekerja perusahaan dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) binaan dari tiga kecamatan: Tapin Tengah, Candi Laras Utara, dan Binuang.
Senior Estate Manager PT KIU, Agustian, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan kapasitas internal dalam upaya perlindungan kawasan operasional dari ancaman karhutla yang dapat mengganggu produksi.
“Kita ingin pasukan lebih profesional. Pelatihan ini menjadi langkah rutin agar kesiapsiagaan semakin meningkat setiap tahunnya,” ujarnya saat membuka pelatihan di Kantor Besar PT KIU.
Para peserta pelatihan terdiri dari pekerja perusahaan dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA) binaan dari tiga kecamatan sedang mendegarkan materi dalam pelatihan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), (8/7/2025). Foto: Untung
Pelatihan mencakup teori dasar kebencanaan, teknik pencegahan, hingga pengoperasian peralatan mitigasi. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kepatuhan perusahaan terhadap regulasi sekaligus komitmen terhadap keberlanjutan.
Sustainability Officer PT KIU, Anggita Fretty, menambahkan bahwa pelibatan KTPA dalam pelatihan menjadi bagian dari strategi sinergi perusahaan dengan masyarakat sekitar.
“Kami mengupayakan keberlanjutan kemitraan dengan desa binaan, sekaligus mengasah spesialisasi regu agar siap menghadapi kondisi darurat,” ungkapnya.
Menjaga Produksi dan Rantai Ekonomi
Agustian menegaskan bahwa langkah mitigasi karhutla sangat krusial untuk menjaga stabilitas produksi. PT KIU, yang mengelola 17.000 hektar perkebunan (14.661 hektar kebun inti dan 5.000 hektar kebun plasma masyarakat), memproduksi rata-rata 40.000 ton minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan 200.000 ton tandan buah segar (TBS) per tahun. Perusahaan juga memberdayakan 2.300 tenaga kerja dengan rata-rata nilai pengeluaran tahunan mencapai Rp10 miliar.
“Gangguan terhadap produksi dapat berdampak langsung pada ribuan pekerja serta pasokan CPO untuk kebutuhan dalam negeri,” ujarnya.
PT KIU diketahui telah mengantongi sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil), memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang berorientasi pada praktik berkelanjutan.
Apresiasi Stakeholder
Kepala Seksi Wilayah I Kalteng-Kalsel Balai Pengendalian Karhutla, Winingtyas Wardhani, menyatakan apresiasinya terhadap upaya PT KIU dalam mitigasi risiko kebakaran, terlebih pada masa transisi menuju musim kemarau.
“Meskipun ini disebut kemarau basah, kesiapsiagaan tetap harus terukur dan terarah. Apa yang dilakukan PT KIU ini bisa menjadi contoh baik bagi perusahaan sejenis,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Kapolsek Tapin Tengah, IPDA Erik Saputra, yang menyebut langkah preventif perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen terhadap perlindungan lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi dan siap mendukung langkah-langkah kolaboratif seperti ini,” ucapnya.
Pimpinan PT Kharisma Inti Usaha (KIU), dan Manggala Agni foto bersama pihak stakeholder beserta para peserta dalam pelatihan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), (8/7/2025).