Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Komisi II DPRD Kalsel Evaluasi Kinerja BUMD, Bahas Tambahan Modal hingga Potensi Tambang
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Komisi II DPRD Kalsel Evaluasi Kinerja BUMD, Bahas Tambahan Modal hingga Potensi Tambang

Muhammad Ariandi
Muhammad Ariandi 1 Agustus 2025, 20.25
Share
Compress 20250801 192359 9564 1024x683 1
Komisi II DPRD Kalsel saat menggelar RDP lanjutan bersama empat BUMD membahas kontribusi terhadap PAD 2026, Jumat (01/08/2025). (Foto: Humas DPRD Kalsel)
SHARE

TERAS7.COM – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan kembali menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) lanjutan bersama empat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Jumat (01/08/2025), di Ruang Komisi II DPRD Kalsel, Gedung A Lantai 4.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari agenda sebelumnya pada 31 Juli 2025, dengan fokus pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026.

Empat BUMD yang hadir yakni Bank Kalsel, PT. Jamkrida, PT. Bangun Banua, dan PT. Ambapers. Rapat dibagi dalam dua sesi: Bank Kalsel dan PT. Jamkrida hadir pada sesi pagi, sementara PT. Bangun Banua dan PT. Ambapers hadir di sesi sore.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, H. Suripno Sumas, mengatakan RDP ini digelar untuk mengevaluasi kinerja dan kontribusi BUMD terhadap pendapatan daerah, sekaligus mendengar kendala yang mereka hadapi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.

“Inti pembahasan meliputi capaian kegiatan 2025, proyeksi kontribusi ke PAD tahun 2026, serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Suripno.

Baca juga :

Tinjau Penanganan Karhutla, Ketua DPRD Sempat Lakukan Pemadaman

Bahrul Ilmi Sampaikan APBD 2027 Rp16 T Lebih

APBD Perubahan 2026 Batola Turun 18,30 Persen

Bank Kalsel menyampaikan perlunya tambahan penyertaan modal agar posisi Pemerintah Provinsi Kalsel sebagai pemegang saham utama dapat diperkuat.

Saat ini, Pemprov Kalsel hanya memiliki 21 persen saham, sementara Kabupaten Balangan tercatat sebagai pemegang saham terbesar.

Sementara PT. Jamkrida yang bergerak di bidang penjaminan kredit juga menyampaikan kebutuhan tambahan modal.

Menyikapi itu, Komisi II menilai langkah tersebut relevan dan mendorong perusahaan segera mengajukan raperda dan naskah akademik untuk pengembangan usaha yang lebih luas, termasuk menjangkau perbankan nasional di luar Bank Kalsel.

Pada sesi sore, PT. Bangun Banua dilaporkan belum optimal menjalankan fungsinya akibat belum bertransformasi dari Perusahaan Daerah (Perusda) menjadi Perseroda. Status hukum ini dinilai menjadi kendala dalam pemberian modal maupun perluasan usaha.

PT. Ambapers dinilai menunjukkan kinerja positif, khususnya dalam pengelolaan Alur Barito yang telah diluruskan sepanjang 15.000 meter dengan lebar 100 meter dan kedalaman 5 LWS. Perusahaan saat ini hanya memungut tiga jenis komoditas yakni batubara, batu split, dan kayu.

Pihak Ambapers mengusulkan penambahan komoditas yang dapat dikenakan pungutan seperti barang curah, cair, dan petik kemas. Komisi II menilai perluasan ini bisa memperbesar kontribusi Ambapers terhadap PAD.

“Jika perluasan ini disetujui, Ambapers berpotensi menjadi BUMD penyumbang dividen terbesar bagi daerah,” pungkas Suripno.

RDP ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat peran BUMD dalam pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kalimantan Selatan.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
Leave a review Leave a review

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

ad7c1503 2c70 40f5 b312 c8da05c371eb
Kabar Duka, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Ariffin Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun
6 September 2026, 12.30
WhatsApp Image 2026 09 07 at 22.02.01
Hakim Pengadilan Negeri HSS Putuskan Hukuman Ringan Terpidana Pemalsu Dokumen Tanah?
7 September 2026, 20.50
1 1
Gercep! Wali Kota Lisa Perintahkan Dinas Segera Perbaiki Lantai Pasar Bauntung: Jangan Nunggu Sepi
5 September 2026, 11.26
IMG 20260903 110832
Pedagang Keluhkan Pasar Bauntung Becek, Lantai Dibongkar Hampir Dua Bulan Belum Diperbaiki
5 September 2026, 11.04
Gemini Generated Image 5ptyqm5ptyqm5pty e1788949271587
Perlindungan Konsumen Membutuhkan Ekosistem, Bukan Ego Kelembagaan
9 September 2026, 18.23

You Might Also Like

Tinjau Penanganan Karhutla, Ketua DPRD Sempat Lakukan Pemadaman

Bahrul Ilmi Sampaikan APBD 2027 Rp16 T Lebih

APBD Perubahan 2026 Batola Turun 18,30 Persen

Ketua DPRD Harapkan Sekda Baru Bisa Lebih Baik Lagi

DPRD Batola Tetapkan Perubahan Propemperda, APBD Perubahan Diusulkan Rp1,7 T Lebih

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?