TERAS7.COM – Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala, Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono, mengatakan kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, ke Desa Karang Indah sebagai sebuah kehormatan besar bagi masyarakat Batola.
“Suatu kehormatan untuk kami di Batola, khususnya warga di Karang Indah, karena dikunjungi Wakil Menteri Transmigrasi. Kami juga berterima kasih atas bantuan yang telah digelontorkan,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Ayu berharap kehadiran Wamen Transmigrasi mampu menambah semangat para petani dalam mewujudkan Batola sebagai salah satu lumbung pangan nasional. “Lebih jauh lagi, kami menginginkan terjalinnya keharmonisan dengan Kementerian Transmigrasi agar lebih banyak lagi bantuan yang diberikan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Viva Yoga Mauladi menegaskan bahwa program transmigrasi tidak hanya ditujukan untuk pemerataan penduduk, melainkan juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, pusat swasembada pangan, sekaligus pemerataan pembangunan.
“Kami senang karena sebagian besar kawasan transmigrasi menjadi lumbung pangan nasional. Kami juga akan terus berupaya agar kawasan transmigrasi berkontribusi sebagai sentra produksi beras nasional,” ucapnya.
Ia menambahkan, melalui kerja sama lintas kementerian—seperti Pekerjaan Umum, Pertanian, serta Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional—produktivitas pangan diharapkan meningkat sehingga ke depan Indonesia tidak lagi melakukan impor. Targetnya, produksi padi naik dari 6 ton per hektare menjadi 8 ton per hektare.
Mauladi menegaskan pola transmigrasi bukan sekadar untuk kesejahteraan transmigran dan warga sekitar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional. “Transmigrasi sendiri bukan sekadar perpindahan penduduk. Ini juga berkaitan dengan menjaga integrasi bangsa. Pertemuan adat dan budaya yang berbeda diharapkan dapat memperkuat persatuan nasional,” jelasnya.
Dalam kunjungan kerjanya di Desa Karang Indah, yang merupakan bagian dari Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru sekaligus salah satu dari 45 kawasan prioritas dalam RPJMN 2025–2029, Mauladi juga melakukan panen padi seluas 326 hektare dan jeruk seluas 60 hektare.
Selain itu, ia menyalurkan bantuan senilai Rp4,8 miliar untuk renovasi sekolah, pembangunan jalan usaha tani, dan jalan desa. Bantuan ini disambut langsung oleh Bupati Batola H. Bahrul Ilmi, Wakil Bupati Herman Susilo, Forkopimda, serta sejumlah kepala SKPD.
Tak hanya itu, Wamen Transmigrasi juga membuka Sosialisasi dan Tindak Lanjut Program Produk Ekspor di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru yang berlangsung 20–22 Agustus 2025 di Banjarmasin. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat orientasi ekspor produk unggulan hasil transmigrasi, seperti beras, jeruk, dan jamur tiram.
Komoditas jeruk dari Cahaya Baru bahkan telah dikembangkan menjadi serbuk sari jeruk dan bahan baku es krim, sementara jamur tiram dinilai berpotensi menembus pasar ekspor. Pelatihan ekspor ini turut menggandeng eksportir serta buyer internasional dari Hong Kong melalui Zoom Meeting.
“Kami ingin kawasan transmigrasi tak hanya fokus pada pangan dasar, tetapi juga berkembang ke arah komoditas bernilai tambah dan berdaya saing global,” tutup Mauladi.