Dengan berselancar di website kami, Anda setuju dengan Kebijakan Privasi kami.
Accept
Teras7.comTeras7.com
  • INDEKS BERITA
  • NEWS
    • Nasional
    • Berita Umum
    • Ekonomi
    • Layanan Publik
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Banjir KalSel
  • LIFE
    • Education
    • Lifestyle
    • Teknologi
    • Kilas Balik
  • HEALTH
  • TRAVEL
  • FOOD
Search
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
Reading: Inovatif, Mandikapau Timur Terapkan Teknologi Tepat Guna Dalam Usaha Penggemukan Sapi
Share
Sign In
Notification Show More
Aa
Teras7.comTeras7.com
Aa
Search
  • Indeks Berita
  • Nasional
  • Politik
  • Hukum
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Budaya
  • Opini
  • Education
  • Ekonomi
  • Video
  • Berita Umum
  • Environment
  • Infrastruktur
  • Kesehatan
  • Kilas Balik
  • Kuliner
  • Layanan Publik
  • Olahraga
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Religi
  • Sosial
  • Teknologi
  • Travel
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.

Inovatif, Mandikapau Timur Terapkan Teknologi Tepat Guna Dalam Usaha Penggemukan Sapi

Rizki Saputera
Rizki Saputera 22 Juni 2019, 12.29
Share
DCIM0821 scaled
SHARE

TERAS7.COM – Dana desa yang dikucurkan setiap tahunnya oleh Pemerintah Pusat dengan jumlah 1 miliar pertahun merupakan potensi besar yang dapat digunakan untuk pengembangan kemajuan desa.

Banyak yang bisa dilakukan oleh pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa tersebut, diantaranya dengan pengembangan usaha milik desa.

Seperti yang dilakukan oleh Desa Mandikapau Timur yang membuka usaha penggemukan sapi jenis limousin sebagai salah satu unit dalam Badan Usaha Milik Desa.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Desa Mandikapau Timur, Supiani Abdullah saat ditemui Teras7.com beberapa waktu yang lalu.

DCIM0816 1
Kepala Desa Mandikapau Timur, Supiani Abdullah

“Dana desa yang kami terima, salah satunya pengembangan usaha di bidang penggemukan sapi dibawah Badan Usaha Milik Desa (Bumdes). Usaha tersebut saya pilih karena sebelumnya saya sendiri pernah melakoni usaha ini beberapa tahun yang lalu. Jadi saya sangat paham mengenai seluk beluk bisnis ini,” ujarnya.

Baca juga :

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Pengembangan usaha penggemukan sapi yang dilakukan desanya ini menggunakan dana desa yang disalurkan pada tahap kedua dan ketiga.

“Beberapa hari lagi sapi kami datang. Sapi itu didatangkan dengan pendanaan dari dana desa. Pada tahap pertama penyaluran dana desa kami gunakan untuk pembiayaan awal. Baru mulai tahap kedua dan ketiga kami mulai melakukan pembelian sapi. Yang akan datang ini jumlahnya 12 ekor anak sapi dengan harga perekornya kurang lebih 20 juta rupiah. Nanti akan kita gemukkan selama 4 bulan, baru dijual dengan harga antara 30 sampai 40 juta rupiah. Nah saat penjualan itu kami akan melakukan pembelian menggunakan tahap ketiga dana desa dengan jumlah kurang lebih 12 ekor juga,” ungkap Supiani.

Alasan ia memilih usaha penggemukan sapi ini karena prospek usaha ini cukup besar, sapi potong yang mampu diproduksi secara lokal hanya 30%.

IMG 20190604 WA0026
30% daging sapi di pasar Kabupaten Banjar disuplai oleh peternak lokal, sisanya masih didatangkan dari luar daerah seperti Jawa dan Sumbawa

“Sisanya berasal dari daerah luar seperti Jawa dan Sumbawa. Jadi prospek kota untuk memenuhi pasar lokal, terutama Kabupaten Banjar masih besar. Kami ingin agar dana desa yang kami miliki tidak habis jadi benda mati seperti infrastruktur saja. Karena dana desa mungkin tidak selamanya kami terima, jadi lebih baik kami putar dan kembangkan melalui Bumdes,” jelas Supiani.

Walau saat ini unit penggemukan sapi milik desa Mandikapau Timur ini hanya akan mendatangkan 12 ekor sapi saja, tapi ia mengatakan sebenarnya unit ini bisa menampung hingga 1000 ekor sapi.

“Prospek usaha penggemukan sapi ini masih cukup besar. Apalagi kan kebutuhan sapi potong untuk pasar lokal masih disediakan 70% dari luar. Sehingga usaha yang kami lakukan ini bisa berkembang. Tapi lahan yang digunakan untuk unit penggemukan sapi ini masih milik orang, jadi kami berencana belo tanah yang lebih luas diseberang sungai, disana kami akan mengembang usaha ini,” cerita nya.

Selain didukung dengan potensi pasar yang cukup besar, ada ‘senjata’ lain yang dimiliki oleh Desa Mandikapau Timur ini dalam usaha penggemukan sapi ini.

DCIM0840
Rumput gajah, sumber pakan utama untuk penggemukan sapi ini ditanam di lahan kosong disekitar Desa Mandikapau Timur

“Kami menggunakan teknik penggemukan sapi dengan teknologi pakan. Jadi sapi tidak dilepas untuk makan rumput atau kami berikan makan rumput seperti biasa. Tapi pakan sapi kami olah dengan metode fermentasi sehingga pakan langsung dapat dicerna sapi. Jadi tak ada pakan yang terbuang, semuanya dapat diserap sapi menjadi daging sehingga sapi menjadi lebih gemuk. Ilmu ini kami dapatkan beberapa tahun yang lalu saat ada pelatihan dari Dinas Peternakan Provinsi Kalsel yang mendatangkan ahli dari Bandung,” katanya.

Saat Teras7.com mencoba mendatangi unit penggemukan tersebut, tampak pekerja sedang membersihkan kandang sapi.

Salah satu pekerja di unit penggemukan tersebut, Saurillah (35) mengatakan mereka sedang mempersiapkan perlengkapan yang dimiliki oleh unit usaha ini.

“Kami baru saja membersihkan kandang dan memasang karpet untuk sapi yang akan datang. Selain itu kami juga mempersiapkan alat untuk membuat dan fermentasi pakan,” ujarnya.

DCIM0823
Saurillah menunjukkan tandon yang akan dibuat menjadi tempat fermentasi pakan

Alat untuk membuat dan fermentasi pakan tersebut berupa 2 unit mesin pencacah rumput dan 8 unit tandon 1.200 liter untuk tempat fermentasi.

“Bahan utama untuk pakan sapi adalah rumput gajah. Jadi kami masukkan ke mesin pencacah rumput supaya menjadi halus. Baru nanti dimasukkan ke tandon bersama bungkil, dadak, tetes tebu dan sebagainya, difermentasikan selama 10 hari. Semakin lama difermentsi akan semakin lembur seperti tapai, jadi akan lebih mudah dicerna oleh sapi dan tidak terbuang sia-sia,” terang Saurillah.

Share This Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Telegram Print
What do you think?
Love0
Cry0
Sad0
Happy0
Angry0
Surprise0
6 Reviews 6 Reviews

Leave a review Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Populer Bulan Ini

2026 09 12 14 57 47 perlindungan konsumen digital lpksm borneo kalimantan.jpg
Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung
12 September 2026, 16.03
IMG 20260916 170912
Nahkoda Kapal Virgo Transport 8 Selamat dari Insiden, Kini Jalani Pemeriksaan
16 September 2026, 19.05
IMG 20260926 WA0032 scaled e1790408898730
Pererat Kemitraan Antar Vendor, Aston Tanjung City Hotel Kumpulkan 55 Event dan Wedding Organizer
26 September 2026, 15.48
89a452ae c910 4565 ae93 a74121580007 1
Dr. Iwan Aflanie Terpilih sebagai Rektor ULM Periode 2026-2030
2 Oktober 2026, 14.34
66593275 5a57 44a2 a0fc a71c2d8589d7
KAKI Kalsel Soroti Dugaan Mafia Tanah HSS di Kejati
21 September 2026, 16.25

You Might Also Like

Dinkes Banjar Minta Warga Waspadai Kabut Asap Pekat, Puskesmas Disiagakan

e-Government Kabupaten Banjar Makin Manis, Layanan Digital hingga Infrastruktur Sudah Jangkau Desa

Kado Harjad ke-76 Kabupaten Banjar, Warga Dapat Layanan Operasi Katarak hingga Bibir Sumbing Gratis

Dispersip Banjar Butuh Air Bersih, BPBD Langsung Kirim 2.500 Liter

Soal Tarif Air, Warga Minta PTAM Intan Banjar Buka-Bukaan Biaya dan Tingkatkan Pelayanan

Teras7.comTeras7.com
Follow US
© 2022 PT. Teras Tujuh Indonesia. Hak cipta dilindungi Undang-undang.
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Wartawan
  • Tim Redaksi
Selamat Datang!

Masuk ke akun

Register Lost your password?