TERAS7.COM – Di tengah turunnya peringkat daya saing nasional, Tapin justru naik level menjadi daerah “Sangat Inovatif”. Sebuah pelajaran bahwa perubahan dimulai dari keberanian untuk memiki cara berpikir yang berbeda. Kabupaten Tapin menorehkan capaian penting dalam kinerja inovasi pemerintahan.
Berdasarkan data Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Tapin meraih skor Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025 sebesar 73,14 dengan predikat Sangat Inovatif — meningkat dari tahun sebelumnya yang berada pada kategori Inovatif.
Capaian tersebut disorot dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Inovasi Daerah Kabupaten Tapin Tahun 2025, yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tapin, H. Juanda, di Novotel Banjarbaru, Kamis (13/11/2025).
“Inovasi bukan sekadar kegiatan atau proyek jangka pendek, tetapi harus menjadi budaya kerja di setiap perangkat daerah,” tegas Juanda dalam sambutannya.
Menurutnya, peningkatan skor inovasi ini bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari kolaborasi lintas sektor antara perangkat daerah, camat, dan masyarakat yang semakin adaptif terhadap perubahan.
Kabupaten Tapin, katanya, kini tengah menyiapkan arah baru pemerintahan yang berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi hasil nyata bagi warga.
Tapin Naik Level, Kontribusi untuk Daya Saing Nasional
Dalam paparannya, Kepala BSKDN Kemendagri, Dr. Yusharto Huntoyungo, M.Pd, menegaskan bahwa kekuatan inovasi daerah merupakan penopang utama daya saing nasional.
Ia menyoroti fakta bahwa peringkat daya saing Indonesia turun dari posisi 27 ke 40 dalam World Competitiveness Ranking 2025, dan Global Innovation Index (GII) menempatkan Indonesia di urutan 55 dunia.
“Kekuatan inovasi daerah adalah kunci memperbaiki daya saing Indonesia. Daerah seperti Tapin yang sudah mencapai level ‘Sangat Inovatif’ harus menjadi contoh bagi kabupaten lain,” ujarnya.
Yusharto juga menekankan pentingnya penerapan Evidence-Based Policy (EBP), atau kebijakan publik berbasis bukti, agar setiap keputusan pemerintah daerah dapat dipertanggungjawabkan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Birokrasi Tapin Menuju Pelayanan yang Lebih Cepat dan Cerdas
Pemerintah Kabupaten Tapin kini menanamkan nilai-nilai inovasi ke dalam RPJMD 2025–2029, dengan target pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan transparan. Langkah ini sejalan dengan paradigma Kemendagri: FASTER (lebih cepat), SMARTER (lebih pintar), CHEAPER (lebih hemat), EASIER (lebih mudah), dan BETTER (lebih baik) — prinsip yang mendorong birokrasi untuk meninggalkan pola lama dan bertransformasi ke arah digital dan kolaboratif.
“Komitmen ini bukan soal angka, tapi soal cara berpikir. Inovasi adalah kunci untuk membuat birokrasi melayani, bukan dilayani,” tegas Juanda .
Dengan pembukaan Bimtek ini, Tapin meneguhkan diri sebagai daerah yang tidak hanya adaptif terhadap perubahan, tetapi juga proaktif menciptakan solusi baru untuk menjawab tantangan publik.
Predikat “Sangat Inovatif” bagi Kabupaten Tapin bukan sekadar angka di laporan pemerintah, melainkan cermin dari perubahan cara berpikir birokrasi.Bahwa inovasi bukan urusan teknologi semata, tapi kemauan untuk melayani dengan cara yang lebih cepat, cerdas, dan tulus.Tapin membuktikan: daerah kecil pun bisa memberi teladan besar — jika berani berubah dan menjadikan inovasi sebagai budaya, bukan sekadar agenda.